Kasus Korupsi Mantan Wabup Cirebon, PDIP Angkat Tangan

Cirebon – Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon Mustofa menegaskan, partainya tidak akan melakukan pendampingan apa pun atas kasus hukum yang menjerat nama mantan Wakil Bupati Cirebon, Tasiya Soemadi Al Gotas.

Menurut Mustofa, kasus dakwaan kepada Gotas itu sudah ada putusan dari majelis hakim, dan tinggal menjalankan proses hukum.

“Kasus beliau sudah tinggal menjalani proses hukum saja. Jadi, PDIP tidak ada upaya pendampingan hukum lagi,” katanya saat di BLK Plumbon, Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Selasa (1/5).

Ia pun mengaku belum mendapat informasi resmi dari pihak kejaksaan terkait penangkapan mantan Wakil Bupati Cirebon, Tasiya Soemadi Al Gotas. Informasi Gotas tertangkap oleh tim intelijen Kejaksaan Agung itu, baru diketahuinya dari informasi berita yang berkembang.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon itu mengaku belum secara resmi menerima surat pemberitahuan dari instansi yang berwenang perihal tertangkapnya rekan satu partainya itu.

Lebih lanjut, Mustofa menambahkan, penangkapan Gotas yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 1 Februari 2017 lalu, sebagai bentuk upaya penegakan hukum. Sehingga PDIP Kabupaten Cirebon sangat menghormati jalannya proses hukum yang menjerat mantan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dua periode itu.

“Kami percayakan semua kepada proses hukum. PDIP sangat menaati aturan yang berlaku di negeri ini,” katanya, Selasa (1/5).

Kasus korupsi bantuan sosial (bansos) 2009-2012 yang menyeret nama politisi senior PDIP Kabupaten Cirebon itu, Mustofa yakin jika partai berlambang banteng itu tidak mempengaruhi konsentrasi PDIP menyambut Pilkada dan Pileg 2019 mendatang.

Partainya pun bakal melakukan evaluasi jajaran struktur kepartaian. Pembenahan internal struktur DPC PDIP, Mustofa akan intens mendidik kader dan membina kepada calon legislatif agar tidak terjerumus dengan masalah korupsi.

Mustofa mengaku akan tegas bagi petugas partai yang duduk di jajaran eksekutif dan legislatif untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum, apalagi tersandung masalah kasus korupsi.

“Sebagai ketua partai, saya akan tindak tegas kepada petugas partai di eksekutif dan legislatif apabila bermasalah korupsi,” katanya.

Untuk diketahui, Tasiya Soemadi Al Gotas resmi ditangkap oleh tim intelijen Kejaksaan Agung dan Kejari Cirebon, pada Senin (30/4) sekitar 10.30 WIB. Gotas ditangkap saat berada di Dusun Babadan, Pekalongan, Jawa Tengah. Saat ini, ia sudah mendekam di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas 1 Cirebon.

Pada 14 September 2016, Gotas resmi menjadi tersangka kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) 2009-2012 oleh Mahkamah Agung (MA). Karena berkali-kali mangkir dari pemanggilan kejaksaan, ia ditetapkan sebagai buronan daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejari Kabupaten Cirebon pada 1 Februari 2017 lalu. (wiw/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *