Sejumlah Kepulaan Indonesia Diguncang Gempa Akhir 2018 di Awal Tahun Baru 2019

JURNAL AKTUALINDO.– Sebagai informasi melalui tim Lapsus terkait peristiwa gempa/ atau catat terkait gempa bumi yang mengguncang di akhir tahun 2018_memasuki di awal tahun baru 2019, terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, berikut daerah merasakan diguncang gempa, yaitu:

Gempa di Talaud dan Tapanuli Utara

Bacaan Lainnya

Diberitakan pada Selasa (1/1/2018) pagi ini. Dua gempa tersebut masing-masing berkekuatan Magnitudo 5 dan Magnitudo 3,4. Mengutip dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Gempa yang mengguncang Kepulauan Talaud berkekuatan Magnitudo 5 pada Selasa (1/1/2018).
Gempa tersebut terjadi pada pukul 06.09 WIB dengan kedalaman 21 km. Gempa Kepulauan Talaud ini berpusat di laut dan berada di 99 km Barat Daya Kepulauan Talaud. Lantas, BMKG mencatat, gempa yang mengguncang Kepulauan Talaud tidak berpotensi tsunami.

Gempa kedua terjadi di Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada pukul 06.48 WIB. Gempa yang mengguncang Tapanuli Utara berkekuatan Magnitudo 3,4. Pusat gempa berada di 1 km Timur Laut Tapanuli Utara. Gempa ini berada pada kedalaman 10 km dan dapat dirasakan di Sipahuntar dengan Skala MMI III.
Gempa M 5,1 Guncang Sitaro Sulawesi Utara

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat wilayah Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Sulawesi Utara diguncang gempa. Gempa terjadi pada Senin (31/12/2018) dini hari pukul 01:34:55 WIB
Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,1. Pusat gempa berada di darat tepatnya 132 km tenggara Siau Tagulandang Biaro dengan kedalaman 10 km. Titik koordinat pusat gempa berlokasi di 1.65 Lintang Utara dan 126.38 Bujur Timur. Gempa tersebut dirasakan dengan skala MMI II-III di Minahasa Tenggara.

Gempa terjadi juga di Manado gempa dirasakan dengan skala MMI II-III. Sementara di Bitung gempa dirasakan dengan skala MMI II-III. Meski begitu BMKG menyatakan Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“#Gempa Mag:5.1, 31-Des-18 01:34:55 WIB, Lok:1.65 LU, 126.38 BT (Pusat gempa berada di laut 132km Tenggara SIAUTAGULANDANGBIARO), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) II-III Minahasa Tenggara, II-III Manado, II-III Bitung #BMKG,” tulis BMKG.

Bengkulu Gempa Magnitudo 5,7

Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,7 mengguncang Provinsi Bengkulu, Minggu (30/12/2018) pukul 15.39 WIB.
“Gempanya terasa kuat, ratusan pengunjung mal di Bencoolen Mal melarikan diri ke luar gedug,” ungkap pengunjung mal, Riska Utami.

Sejauh ini belum diketahui dampak kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat gempa tersebut.
Menurut BMKG wilayah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu merupakan pusat diguncang gempa bumi tektonik.
Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 5,7 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,8.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,79 LS dan 102,21 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 39 km arah utara Kota Tubei, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu pada kedalaman 64 km.

Gempa terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Benioff yaitu zona subduksi lempeng yang memiliki sudut tunjaman yang relatif tajam di bawah lempeng Eurasia.
Gempa dirasakan di daerah Kota Bengkulu, Kepahiang, dan Bengkulu Tengah IV MMI, Manna, Mukomuko, Lebong, dan Pesisir Selatan III MMI, Kepulauan Mentawai, Pariaman, Padang II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Gempa di Pangandaran dan Terjadi Juga di Aceh

BMKG Catat Guncangan 5 dan 5,1 SR di Pangandaran dan Aceh Hampir Bersamaan Dalam waktu yang hampir bersamaan, dua gempa terjadi pada Selasa (1/1/2019) malam. Dikutip dari akun twitter resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi di Barat Daya Banda Aceh. Gempa berkekuatan 5,1 SR ini terjadi pada pukul 18.55 WIB. BMKG mencatat gempa ini berpusat di laut, 93 km Barat Daya Banda Aceh dengan kedalaman 14 km.

Meski pusat gempa berada di laut, BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami. “#Gempa Mag:5.1, 01-Jan-19 18:55:00 WIB, Lok:5.47 LU,94.49 BT (93 km BaratDaya BANDAACEH-ACEH), Kedlmn:14 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG,” tulis akun @infoBMKG.

Sedangkan gempa kedua terjadi di wilayah Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Menurut BMKG, gempa berkekuatam 5 Skala Richter (SR) ini terjadi pada pukul 19.25 WIB. Pusat gempa berada di laut, 327 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 10 km.

BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami. “#Gempa Mag:5.0, 01-Jan-19 19:25:33 WIB, Lok:10.62 LS,108.46 BT (327 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG,” tulis akun @infoBMKG.
Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG adalah sebagai berikut:

I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang

II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

Wilayah Tenggara Malang Diguncang Gempa 4,1 SR

Sementara, Gempa mengguncang wilayah tenggara Malang, Jawa Timur, hari ini, Jumat (28/12/2018) malam.
Dikutip dari akun twitter BMKG Jogja, @bmkgjogja, gempa di tenggara Malang terjadi pukul 22.14 WIB. Gempa itu berkekuatan 4,1 skala richter (SR). Adapun pusat gempa berada di 102 km tenggara Malang dengan kedalaman 10 km.

BMKG Laporkan Gempa di Kota Manokwari

BMKG Catat Gempa M 6,1 Guncang Manokwari Selatan, Kota Manokwari, Papua Barat, warga Panik Berhamburan Keluar Jumat, 28 Desember 2018 11:38 WIB. Berdasarkan informasi yang dibagikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa di Manokwari Selatan terjadi pada pukul 10.03 WIB dengan kekuatan magnitudo 6,1.

Pusat gempa berasal dari kedalaman 26 kilometer, 55 kilometer tenggara Manokwari Selatan. BMKG menambahkan gempa yang mengguncang Manokwari Selatan tidak berpotensi tsunami. “#Gempa Mag:6.1, 28-Dec-18 10:03:33 WIB, Lok:1.40 LS,134.10 BT (55 km Tenggara MANOKWARISEL-PAPUABRT), Kedlmn:26 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG.”

Gempa tersebut mengguncang Manokwari Selatan terasa hingga ke Manokwari, Ransiki, Bintuni, dan Sorong.
Manokwari merasakan guncangan gempa dengan skala IV MMI. Sementara Ransiki dengan skala III MMI, Bintuni II-III MMI, dan Sorong II MMI.

Tak hanya BMKG, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho juga mengabarkan gempa mengguncang Manokwari Selatan lewat akun Twitter miliknya. Sutopo mengungkapkan gempa di Manokwari Selatan cukup kuat dan berlangsung selama enam detik. Sementara guncangan juga dirasakan di Manokwari selama lima detik.

Diterangkan Sutopo, warga sempat panik dan keluar berhamburan dari rumah/bangunan saat gempa mengguncang. Bahkan sebagian warga berkumpul di lapangan untuk menyelamatkan diri. “Dampak gempa bumi 6,1 SR di Manokwari Selatan pada 28/12/2018, 10.03 WIB:

Gempa dirasakan cukup kuat selama 6 detik di Kab. Manokwari Selatan dan kuat di Kab Manokwari selama 5 detik. Masyarakat sempat panik dan keluar rumah/bangunan. ‚ÄúSebagian warga berkumpul di lapangan.” Paparnya. (7o3Rn4L: Lapsus__ Bencana Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *