Sumpah Prabowo di Hadapan Habaib, Kiai dan Ulama Pasuruan

Prabowo Subianto saat silaturahim bersama habaib, kiai, dan ulama Pasuruan. Jawa Timur.

Pasuruan, (JAI).-  Senin, 25 Februari 2019, dalam kesempatan kali itu, Prabowo disebut sebagai sosok yang Radikal oleh para kiai dan ulama. Tapi, radikal ini bukan dalam arti negatif. Radikal yang dimaksud adalah Ramah, Terdidik, dan Berakal.

Prabowo Subianto dari paslon nomor urut 02 capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno silaturahim bersama habaib, kiai, dan ulama Pasuruan. Pertemuan ditempatkan di Desa, Ngempit, Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, bukan di Pondok Pesantren Sidogiri, karena secara institusi Pondok Pesantren Sidogiri tetap netral, tidak berpihak pada calon tertentu.

Pada kesempatan tersebut, disaksikan para habaib, kiai, ulama dan santri Pasuruan, Prabowo Subianto, calon presiden Indonesia 2019, bersaksi dan sersumpah. Di antara sumpahnya, pencalonan dirinya bersama Sandiaga Uno tidak ada niatan untuk memperkaya diri. Sumpah Prabowo tersebut mendapat sambutan oleh hadirin.

Selain menyampaikan sumpahnya, Prabowo berjanji akan memberantas narkoba. Hal itu, sesuai dengan pesan Habib Abu Bakar Assegaf, yang sebelumnya menyampaikan pesan. Prabowo menyanggupi pesan tersebut jika dipercaya rakyat untuk mengemban amanat menjadi Presiden Republik Indonesia.

Calon Presiden Nomor urut 2 Prabowo Subianto melanjutkan safari politiknya di Jawa Timur, khususnya di Pasuruan, siang tadi. Di Pasuruan, capres ini bertemu sekaligus silaturrahim dengan Majelis Keluarga Ponpes Sidogiri Pasuruan dan Habaib, Alim Ulama Pasuruan di Pondok Pesantren Sidogiri.

Dalam kesempatan ini, Pak Prabowo tampak mendapatkan dukungan penuh dari majelis keluarga Ponpes Sidogiri, habaib – ulama, simpatisan dan masyarakat pendukungnya.

Apalagi, setelah Prabowo menyanggupi permintaan para kiai yang hadir dalam acara silaturahim ini. “Apa pak Prabowo siap ketika nanti sudah jadi Presiden memberantas peredaran narkoba di kalangan pesantren ?” tanya KH Abdullah Sayukat Siradj, perwakilan dari Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri dalam sambutannya.

“Saya siap,” kata Prabowo tegas menjawab pertanyaan KH Abdullah Sayukat Siradj.

“Kalau pak Prabowo siap, ayo sama – sama dukung pak Prabowo dan Bang Sandi,” katanya yang disambut dengan teriakan takbir dan tepuk tangan dari semua yang hadir dalam acara ini.

KH Abdullah Sayukat Siradj mengaku, sekarang kondisi pondok pesantren ini sedang kritis. Santri setelah keluar dari pondok jadi pecandu sabu dan sejenisnya. Ia mengaku perlu ada campur tangan pemerintah dalam hal ini untuk memberantas bandar dan pengecer sabu yang menyasar pondok pesantren.

“Kami butuh peran pemerintah untuk mengontrol peredaran sabu di pesantren. Kami sudah tidak sanggup. Kalau ada ketegasan atau niat memberantas sabu di pesantren, saya yakin santri ini tidak terkontaminasi. Berantas orang – orang yang mengancam keimanan dan merusak para santri ini,” urainya.

Habaib dan Ulama se-Madura Restui Prabowo  

Dalam kegiatannya selama di Madura, Jawa Timur, Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto melanjutkan acara Haul Akbar Masyayikh dan Habaib se-Madura di Kabupaten Sampang.

Sebelum berangkat ke acara haul akbar tersebut, Prabowo diundang ke kediaman panitia haul tersebut yaitu KH Abdul Khodir Muhammad Imam. Disana, Capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno yang bersilahturahmi dan berbincang santai dengan para habaib dan Alim Ulama se-Madura.

Usai bersilahturahmi dan berbincang santai, tiba-tiba saja, Prabowo diberikan kenang-kenangan oleh Kyai Khodir berupa baju sakera khas Madura. Ia pun setuju untuk mengenakan pakaian bermotif garis merah putih berang hitam ini sebagai sebuah kehormatan bagi masyarakat Madura.

Tak segan, Prabowo pun langsung menerima kenang-kenangan itu dan langsung mengenakannya. Para Kyai dan habaib yang ada diruangan tersebut langsung menyambut dengan penuh keceriaan.

Kyai Khodir menjelaskan pakaian yang dikenakan Prabowo dan para ksatria Madura ini adalah pakaian khas masyarakat Madura saat melawan penjajahan Belanda. Rata-rata, para pejuang di Madura mengenakan pakaian ini untuk mempertahankan kedaulatan NKRI serta berjuang mengusir penjajahan Belanda

Orang Madura Setia Pada Prabowo?  

Terungkap, kenapa orang Madura demikian setia kepada Prabowo Subianto? Sebagaimana diketahui, pada pemilu 2014 lalu, Madura menjadi lumbung suara Prabowo. Pada pemilu 2019 ini, nampaknya Madura tetap milik Prabowo.

Hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat Madura saat menyambut Prabowo. Selasa, 26 Februari 2019, saat Prabowo datang ke Pondok Bata-Bata, Pamekasan Madura, lautan manusia menyambutnya. Ia demikian dielu-elukan. Acara pada siang hari tersebut, Prabowo nampak semangat melihat sambutan luar biasa tersebut.

Pada malam harinya, Prabowo hadir di Sampang, dalam rangka Haul Akbar Masyayikh, Habaib dan Kiai se Madura. Seperti terlihat di unggahan dalam sebuah video yang merupakan bagian dari suasana dan orasi kebangsaan Prabowo Subianto. Acara yang digelar di Lapangan Titiek Soeharto, Camplong Sampang ini, juga dibanjiri manusia.

Pada kesempatan itulah, Mantan Komandan di pasukan elit Indonesia tersebut mengungkap karakter orang Madura. Menurutnya, orang Madura tipikal pemberani. Tidak hanya itu, orang Madura memiliki karakter setia. Buktinya, Madura tetap mendukungnya di pilpres 2019 ini.  (7o3Rn4L)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *