Mitologi Burung Garuda yang Fenomenal

 

Garuda, burung mitologis berpenampilan setengah manusia setengah burung. Raja para burung ini digambarkan memiliki kepala, sayap, ekor dan moncong burung elang, sedangkan tubuh, tangan, dan kaki seorang manusia.

Bacaan Lainnya

Dengan sayap berwana merah, mukanya putih dan ukuran tubuh begitu besar, sehingga menutupi matahari. Memiliki sinar keemasan yang sangat terang, sering membuat para Dewa menyangka jika Garuda adalah Dewa Api (Agni). Tahukah teman – teman, jika Garuda burung yang sangat fenomenal (Luar biasa dan hebat).

Kisah burung garuda terdapat dalam mitologi Hindu. Sejarah burung garuda menurut mitologi Hindu sendiri berawal dari kisah seorang guru bernama Resi Kasyapa yang memperistrikan Kadru dan Winata. Dari Kadru, Resi Kasyapa memperanakan Naga dan dari Winata memperanakan Garuda. Kadru selalu cemburu pada Winata dan melakukan berbagai cara agar Winata tersingkir dari keluarga mereka. Singkat cerita, Kadru dan Winata bertarung namun dalam hal ini Kadru berbuat curang sehingga dia memang dan menjadikan Winata sebagai budaknya.

Garuda yang sangat mengasihi sang ibu bertarung melawan Naga namun karena mereka sama-sama kuat maka pertaurngan itu tidak kunjung usai. Sampai akhirnya Naga menyanggupi untuk memberikan membebaskan perbudakan Winata asalkan Garuda memberikannya tirta suci amertha sari, air yang dapat memberikan kehidupan abadi. Garuda pun berkenala mencari amertha sari agar dapat bisa membebaskan ibunya. Dalam perjalanan, Garuda bertemu dengan dewa Wisnu. Dewa Wisnu berjanji akan memberikan amertha sari pada Garuda asalkan Garuda mau menjadi tunggangannya. Garuda pun menyanggupi hal tersebut.

Sikap garuda yang gigih dan tangguh dalam memperjuangkan kebebasan sang ibunda menginspirasi Soekarno untuk menjadikan burung garuda sebagai lambang negara agar ada semangat yang kuat untuk membebaskan ibu pertiwi dari para penjajah. (Baca Juga :  Jenis – Jenis Manusia Purba di Indonesia )

Sejarah burung garuda dalam mitologi Hindu mempengaruhi cerita perwayangan di Indonesia. Burung garuda sendiri banyak terdapat di candi-candi Indonesia salah satunya terdapat di candi Prambanan. Dalam salah satu relief di candi Siwa Prambanan, terdapat cerita keponakan Garuda, yaitu Jatayu yang yang yang gugur dalam peperangan untuk merebut Shinta dari Rahwana.

Raja Airlangga dianggap sebagai titisan dewa Wisnu pernah digambarkan sedang menunggangi burung garuda yang dinamakan Garuda Wisnu Kencana. Garuda Wisnu Kencana ini lah yang akhirnya dijadikan sebagai simbol di kerajaan Kahuripan, kerajaan di mana Raja Airlangga memerintah. Kisah mengenai Garuda banyak diceritakan dalam kisah Jawa dan Bali. Di Bali sendiri, garuda dipercaya sebagai “tuan segala makhluk yang bisa terbang”, mungkin karena itu garuda dijadikan sebuah nama untuk maskapai penerbangan Indonesia, Garuda Indonesia. Patung Garuda Wisnu Kencana pun dibangun di Selatan Bali dan menjadi landmark pulau Bali. Pembangunan patung tersebut belumlah usai, karena masih beberapa bagian saja yang selesai dibangun. Harapannya, patung Garuda Wisnu Kencana dapat menumbuhkan rasa cinta akan bangsa sendiri.

Misteri Burung Garuda

Banyak sekali yang mempertanyakan apakah keberadaan burung garuda itu benar-benar nyata atau hanyalah kisah dalam perwayangan saja.

Kedutaan besar Italia untuk Indonesia menerbitkan sebuah buku berisi catatan harian tentang seorang nahkoda asal Portugis yang bercerita tentang kisah-kisah yang dialami di Nusantara dari awal abad ke 16 sampai pada masa kolonial Belanda. Buku tersebut diberi judul “Marcopolo”.

Dalam buku yang diterbitkan berseri itu diceritakan tentang penyelamatan seorang anak di pulau Karimunjawa. Burung garuda yang raksasa tampak di pulau Karimunjawa sedang mencengkram seekor kerbau. Pastilah bukan sekedar burung besar biasa jika bisa mencengkram seekor kerbau.

Garuda Dipakai Lambang Negara

Tidak hanya di Indonesia, ternyata Garuda juga dipakai sebagai lambang negara Thailand, lo teman – teman. Warga Thailand mengenal Garuda dengan sebutan Krut atau Pha Krut. Sedangkan di Jepang, Garuda disebut sebagai Karura. Tak hanya lambang negara, karena Garuda juga dipakai sebagai lambang Ibukota Mongolia, Ulan Bator.  (7o3Rn4L)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *