Dua Tersangka Kasus Suap Garuda Indonesia Masuk di Tanahan KPK

Tersangka Kasus Suap Garuda Indonesia Masuk di Tanahan KPK

Jakarta, (JAI) – Pada Rabu 7 Agustus 2019 kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya memanggil dua tersangka kasus suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia. Dua tersangka yaitu,  mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo (SS) dan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia 2005-2014 Emirsyah Satar (ESA).

Kemarin KPK resmi menahan eks Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo sejak 7 Agustus 2019 kemarin. Ia sudah ditetapkan tersangka oleh KPK pada Januari 2017 lalu dalam perkara suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia.

“Mohon doa restunya,” ujar Soetikno yang sudah mengenakan rompi oranye sebagai simbol tahanan KPK. Ia hanya mengucap kalimat yang sama sejak ia dicecar saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK sampai masuk ke dalam mobil tahanan.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Soetikno, mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia periode 2007-2012, Hadinoto Soedigno dan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar sebagai tersangka.

KPK menduga Emirsyah menerima suap dari Hadinoto berupa uang sebesar Rp 1,2 juta euro dan US$ 180 ribu atau sekitar Rp 20 miliar. Suap ditransfer secara bertahap dari Rolls-Royce melalui perantara Soetikno.

Selain suap berupa uang, Emirsyah Satar diduga menerima barang senilai Rp 26 miliar. Diduga, suap diberikan agar Emirsyah membeli mesin pesawat Rolls-Royce dalam pengadaan pesawat Airbus untuk Garuda Indonesia. Sedangkan Soetikno ditengarai sebagai pemilik sebenarnya (beneficial owner) Connaught International Pte Ltd, konsultan bisnis dan manajemen yang berbasis di Singapura dan menjadi perantara suap tersebut. (Angga)

Menurut Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Januari 2017 lalu. “Hari ini, dijadwalkan terhadap SS dan ESA sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia,” katanya kepada wartawan, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Emirsyah Satar dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan 180 ribu dolar AS atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku “beneficial owner” dari Connaught International Pte. Ltd yang berlokasi di Singapura.

Soektino diketahui merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), satu kelompok perusahaan di bidang media dan gaya hidup.

Rolls Royce sendiri oleh pengadilan di Inggris berdasarkan investigasi Serious Fraud Office (SFO) Inggris sudah dikenai denda sebanyak 671 juta pound sterling (sekitar Rp11 triliun) karena melakukan pratik suap di beberapa negara antara lain Malaysia, Thailand, China, Brazil, Kazakhstan, Azerbaizan, Irak, Anggola.

KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara, SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu ke KPK termasuk memberikan sejumlah alat bukti. Lebih lanjut, KPK juga melalui CPIB dan SFO sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri. (7o3Rn4l)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *