Paguyuban masyarakat Magelang di Depok Meriahkan HUT RI ke 74

Depok (JAI), Ratusan warga Magelang dan sekitarnya memeriahkan HUT RI ke 74 dengan Upacara Bendera dan Kesenian Budaya Daerah di Joglo Nusantara Setu Pengasinan, Sawangan Depok.

Perkumpulan atau paguyuban masyarakat Magelang dan sekitarnya sebagai wadah berkumpul masyarakat diperantauan dal menghadapi suka dan duka di perantauan seperti di jelaskan Rismoyo kepada media.

Diceritakan tentang sebuah kejadian dimana seorang warga dari daerah Magelang yang kena musibah, sementara keluarganya sendiri tidak bisa berbuat apa apa dan Paguyuban yang berupaya membantunya.

Begitu juga misalnya, belum lama ini ada warga Magelang yang meninggal di Bekasi dan yang di Tangerang ini karena ini tidak kenal dengan komunitas warga Magelang dan setelah meninggal sudah 3 hari baru ketahuan, akhirnya kita bantu memulangkan jenazahnya ke kampung halamannya di Magelang.

Dijelaskan Rismoyo salah satu manfaat atau fungsi kita di Jakarta itu kita untuk guyub dan rukun.

“Sebenarnya warga Magelang dan sekitarnya di Bodetabek ini ada ribuan cuman kalau ada acara tertentu saja mereka dapat hadir, seperti ini yang hadir pada peringatan 17 Agustusan,” jelas Rimoyo.

Diakuinya, dengan pertemuan seperti ini akhirnya Terjalin Kembali dan itu sangat membahagiakan teman-teman dan saudara kita yang ada di perantauan.

“Kita membangun komunitas atau paguyuban ini tidak semudah orang merekrut di dalam bisnis ataupun di dalam perusahaan karena kita ini lebih mengedepankan sosial dari pada mengambil keuntungan,”
Ujar Rimoyo.

“Untuk mengadakan pertemuannya kita memberikan informasi kepada teman kita dengan informasi beranting,”tambahnya.

Kegitan rutin yang dilaksanakan adalah mudik gratis yang mendapat bantuan dari Pemkab Magelang bahkan dari Kementerian Perhubungan.

Dikatakan, sebagai pengurus atau ketua Paguyuban Keluarga Magelang pihaknya selalu mencari link dan mencari orang yang bisa membantu pengembangan organo isasi termasuk kehidupan Budaya daerah Magelang.

Pihaknya juga berusaha mencari saudara2 mereka dari Magelang yang kebetulan masih nganggur, diberikan informasi atau kita bantu carikan formasi pekerjaan.

“Hal ini menepis image paguyuban semata-mata hanya menarik iuran saja, masih banyak hal yang positif dilakukan paguyuban,” jelas Rimoyo.

Sementara giat lainnya Paguyuban Keluarga Magelang diperantauan juga menjaga dan melestarikan Budaya Daerah seperti yang dilakukan oleh kelompok Seni “Kobro Siswo” .
Yang menampilkan 5 (lima) macam tarian Tradisional Magelang.

Seperti yang dilakukan kelompok Seni “Kobro Siswo” yang berdiri tahun 2015, yang berupaya untuk melestarikan budaya daerah Magelang.
Yang ditampilka pada acara memeriahkan HUT RI ke 74 di Setu Pengasinan Kecamatan Sawangan, Depok Sabtu (17/08/2019).

Dijelaskan, kesenian Kobro Siswo berupaya mengangkat sejarahnya berkaitan dengan perjuangan budaya di daerah Magelang.

“Kita berhasil merangkum dan kolaborasi gaya kesenian Magelang dan daerah lainnya, intinya kami bisa sama dengan daerah lainnya bagaimana kami menciptakan satu kebersamaan yang ber manfaat dalam bidang sosial ekonomi dan budaya,dimana kita bisa bersatu dengan yang lain, bisa merawat dan melestarika budaya nenek moyang kita sebagai Warisan Budaya ,bisa mempererat satu dengan yang lainnya,”paparnya.

Dalam memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus 1945 warga Magelang memperingatinya di Situ Pengasinan dengan Pengibaran Bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan rangkaian upacara itu di lanjutkan dengan hiburan organ tunggal Pagelaran Seni Budaya Magelang.

Ketika ditanyakan kantor sekretariat Paguyuban Keluarga Magelang diaebutka. Alamat, Puri Mutiara Kemang Raya,Jakarta Selatan. (wismo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *