February 28, 2020

Urgensi dan Dualisme Versi Hari Maritim Nasional

Jurnalaktualindonesia.com.- Sebagian kalangan seperti organisasi petani dan nelayan memeringati 21 Agustus sebagai Hari Maritim Nasional. Sementara, Pemerintah RI sendiri menetapkan Hari Maritim Nasional jatuh pada 23 September.

Sekadar informasi, pada 21 Agustus 1945, armada laut Indonesia dengan persenjataan seadanya berhasil mengalahkan pasukan laut Tentara Jepang. Kemenangan ini kemudian diperingati sebagai Hari Maritim Nasional.

Kemenkomaritim menjelaskan mengenai sejarah hari maritim. Pada tahun 1964, tepatnya satu tahun setelah Musyawarah Nasional (Munas) Maritim I, Presiden Pertama Republik Indonesia Ir Soekarno menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 249 tahun 1963 mengenai Hari Maritim Nasional.

Ya benar memang, Presiden RI ke-I Soekarno telah menerbitkan Surat Keputusan Nomer 249/1964 tentang penetapan tanggal 23 September menjadi Hari Maritim Nasional. Hal tersebut sejalan dengan tekadnya menjadikan Indonesia berjaya sebagai negara maritim.

Keinginan tersebut kembali digaungkan pada masa pemerintahan Kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla 50 tahun kemudian. Salah satunya adalah dengan membentuk Kemenko Bidang Kemaritiman pada tahun 2014 untuk mewujudkan visi Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Penetapan peringatan hari maritim sempat menjadi tanda tanya di sebagian besar masyarakat. Sehingga Kemenkomaritim memberitahukan jika Hari Maritim Nasional jatuh bukan pada bulan Agustus.

Pada tahun 1964 atau setahun setelah Musyawarah Nasional (Munas) Maritim I, Presiden Soekarno menerbitkan Surat Keputusan Nomor 249 tahun 1963 mengenai Hari Maritim.  SK tersebut menetapkan tanggal 23 September menjadi Hari Maritim Nasional. .

Hari Maritim Nasional 21 Agustus dirayakan untuk memperingati kemenangan armada laut Indonesia atas armada laut Jepang pada tanggal yang sama di tahun 1945. Sejarah kemaritiman di kepulauan Nusantara sudah berawal sejak abad ke-9 dimana banyak kerajaan-kerajaan maritim besar yang sukses membawa wilayah kepulauan Nusantara menuju masa kemakmurannya.

Sejarah kemaritiman yang besar diawali dari kerajaan Sriwijaya, yang pelabuhannya banyak digunakan sebagai tempat transit bagi pedagang dari barat (India) yang ingin menuju timur (Tiongkok) atau sebaliknya. Walikota Manado G.S Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor D Bastiaan, bersama seluruh jajaran pemerintah kota manado mengucapkan Selamat Hari Maritim Nasional 21 Agustus 2019.

Terlepas dari persoalan adanya dualism hari maritime nasional di mana sepihak merayakan di 21 agusstus dan di lain pihak mengibarkan hari maritim nasional pada  23 September yang terpenting bahwa  Perayaan ini penting karena menyangkut jati diri geografis bangsa Indonesia.

Nah, kata kuncinya kan keadaan geografis, sebagaimana kita ketahui sebagian besar daerah Indonesia berwujud…? Ya, air! Pada tanggal 21 Agustus, masih gempita setelah Kemerdekaan dan pasti sedang diserbu demam Asian Games, kita akan merayakan Hari Maritim Nasional.

Supaya nanti tidak layu perayaannya tenggelam oleh dua perhelatan lain, di edisi kali ini akan mengajak untuk berkenalan lebih lanjut dengan Hari Maritim Nasional, yang dirayakan setiap tanggal 21 Agustus.

1.Ada 2 Versi Tanggal

Hari Maritim Nasional 21 Agustus dirayakan untuk memperingati kemenangan armada laut Indonesia atas armada laut Jepang pada tanggal yang sama di tahun 1945. Sementara versi lain Hari Maritim Nasional, yaitu pada tanggal 23 September yang ditetapkan Soekarno melalui  Surat Keputusan Presiden RI Nomor 249/1964 tentang Penetapan Tanggal 23 September Menjadi Hari Maritim Nasional dan ditandai dengan Kongres Maritim pertama.

2.Landasan Kesejarahan Pra-Indonesia

Sejarah kemaritiman di kepulauan Nusantara sudah berawal sejak abad ke-9 dimana banyak kerajaan-kerajaan maritim besar yang sukses membawa wilayah kepulauan Nusantara menuju masa kemakmurannya.

Sejarah kemaritiman yang besar diawali dari kerajaan Sriwijaya, yang pelabuhannya banyak digunakan sebagai tempat transit bagi pedagang dari barat (India) yang ingin menuju timur (Tiongkok) atau sebaliknya.

Sejarah berlanjut ke kerajaan Majapahit, yang mampu menyatukan sebagian besar wilayah Nusantara dengan mengandalkan armada laut yang kuat di bawah pimpinan Laksamana Mpu Nala. Pada era kerajaan Islam, kita mengenal kesultanan Banten. Kesultanan Banten memiliki kota pelabuhan yang banyak disinggahi pedagang dari Eropa, Timur Tengah, India, dan Tiongkok dikarenakan sarana serta pra-sarana yang sangat memadai di masa tersebut. Kota pelabuhan tersebut tidak lain adalah kota Jayakarta yang menjadi cikal bakal kota Jakarta, ibukota Indonesia saat ini.

3.Visi Masa Depan Kemaritiman

Di mancanegara, negara-negara Asia memiliki kebijakan maritim yang kokoh. Misalnya, Jepang yang mempersiapkan kekuatan maritim demi mengamankan suplai bahan bakar minyak dari Timur Tengah ke negaranya. Lalu Tiongkok dengan strategi “Chain of Pearl”, sama seperti Jepang hendak mengamankan suplai bahan bakar minyak dari Timur Tengah ke negaranya. Serta India, yang menerbitkan dokumen “Freedom to Use the Seas: Maritime Military Strategy”, strategi deployment di masa damai atau konflik dan juga strategi memajukan kekuatan angkatan laut India.

Untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,   terdapat lima pilar utama, yakni:

Membangun kembali budaya maritim Indonesia.

Menjaga sumber daya laut dan menciptakan kedaulatan pangan laut dengan menempatkan nelayan pada pilar utama.

Memberi prioritas pada pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, deep seaport, logistik, industri perkapalan, dan pariwisata maritim.

Menerapkan diplomasi maritim, melalui usulan peningkatan kerja sama di bidang maritim dan upaya menangani sumber konflik, seperti pencurian ikan, pelanggaran kedaulatan, sengketa wilayah, perompakan, dan pencemaran laut dengan penekanan bahwa laut harus menyatukan berbagai bangsa dan negara dan bukan memisahkan.

Membangun kekuatan maritim sebagai bentuk tanggung jawab menjaga keselamatan pelayaran dan keamanan maritim.

4.Karakteristik Maritim Indonesia

Quipperian, tahu enggak sih kalau di dunia ini ada sekitar 7000 spesies ikan? Dan ternyata, 2000 jenis diantaranya ada di Indonesia, lho. Dalam setahun, potensi sumber daya perikanan laut Indonesia kurang lebih 6,4 juta ton. Dari potensi ini, nelayan hanya diperbolehkan menangkap sebanyak 5,12 juta ton per tahun. Potensi budidaya laut ini terdiri dari ikan, udang, moluska, dan rumput laut.

Perairan Indonesia merupakan pusat keanekaragaman terumbu karang dunia. Kalian tahu, ada sekitar lebih dari 400 spesies terumbu karang yang ada di Indonesia! Sumber daya hayati laut Indonesia punya luas habitat sebesar 2,4 juta ha kawasan hutan bakau dan 8,5 juta ha terumbu karang.

Masing-masing potensi kelautan dan perikanan di atas punya peran dalam pertumbuhan nilai potensi ekonomi Indonesia, lho. Sebut saja perikanan tangkap US$ 15,1 miliar per tahun, budidaya laut US$ 46,7 miliar per tahun, budidaya tambak US$ 10 miliar per tahun, dan bioteknologi kelautan sebesar US$ 4 miliar per tahun.

5.Kejadian Bersejarah pain Pada Tanggal Sama

Tahun 1552:

Kerajaan Portugal dan Kerajaan Sunda mengadakan perjanjian persahabatan yang memperbolehkan Portugis membuat benteng di Sunda Kelapa. Perjanjian tersebut diabadikan dalam Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal.

Tahun 1945:

Pengumuman Kemerdekaan RI pertama kali secara nasional dari Aceh Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) didirikan.

Tahun 1995:

Ratu Beatrix dari Belanda melakukan kunjungan kenegaraan. Kunjungan kenegaraan pertama kali setelah 14 tahun dan pertama kalinya secara umum Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia. Nah, kan dengan pengetahuan di atas kita akan lebih afdol merayakan Hari Maritim Nasional.  (7o3Rn4L)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *