Selfieria dan Penyesalan

ilustrasi kematian

Jurnalaktualindonesia.com.- Siapapun anda termasuk saya, akan tiba saatnya kematian dan setelah 3 hari didalam kubur, seluruh tubuh mulai bengkak membiru, bau busuknya tiada bandingnya, perut anda akan meletus dan mengeluarkan isinya, saat itulah lipan, kelabang, cacing, ulat belatung akan berpesta pora menikmati tubuh yg dulu anda umbar-umbar di dunia maya, detik itu sangat mengerikan dan teramat sangat menjijikkkan…

Ternyata, ketika tubuh yang dulu anda pamer-pamerkan di dunia maya terlepas itu foto pamer aurat, foto selfie, pamer BH. Pamer Ketiak. Pamer leher. Pamer bibir bahkan pamer CD dst.. dan jadi santapan mata-mata penduduk dunia maya,bahkan panen “like/jempol” dari kebanyakan laki-laki dumay. Sesekali ditambah bonus inbox kepadamu “hai cantik, hai manis, hai sayang, duuh cantiknya, duuhh mulusnya, no WA dong, ketemuan yuuk, bla bla bla”..

Bacaan Lainnya

sayangnya mereka benar benar tidak tahu bahwa anda sdh membusuk, dan mereka tidak tahu bahwa justru “like, pujian, sanjungan, inbox-inbox mesum, dll” yang mereka berikan, justru itu berubah menjadi senyawa panas yg mengalir kedalam alam barzakhmu…

Namun, ketika jasad anda lagi jadi santapan cacing tanah, dan ketika ruh anda dalam kondisi yg sangat rumit mencekam, tiba-tiba ruh anda setiap detik merasakan azab yang sangat pedih, azab anda terasa bagaikan air mendidih yang di tuangkan kedalam mulut anda, dan anda heran, dari mana datangnya hawa panas yang tiada hentinya ini ? Usut punya usut, hawa panas azab itu, yang mengalir tiada hentinya itu, datang dari akun facebook anda…

Sungguh… sunggung, penduduk dunia maya tidak tahu bahwa anda detik ini sudah membusuk di dalam tanah, mereka terus saja melototi indah tubuhmu, asyik memandang indah matamu, terlena penuh nafsu melihat bibir dan tali BH-mu.

Sementara itu, anda meronta dg penuh penyesalan dari dalam kubur, anda memanggil manggil nama anak, nama ibu, dan nama teman “hai anakku, hai mama, ayah, teman-teman,tolong hapuskan akun fb-ku, toloooonngggg, toloooonngg, jangan like aku, jangan pandangi fotoku, toloonngg, siang malam anda meronta seperti itu,tapi sayang, semuanya tdk ada mendengarkan rintihanmu.

Tak apa-apa itu mau dianggap dosa atau tidak, suka suka anda, ini hidup milik anda, itu tubuh milik anda, saya memang tidak berhak ikut campur, yang jelas ini cuma saling mengingatkan sebagai sesama manusia. Wallahu alam (7o3Rn4L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *