Satgas Citarum Harum, Aksi Tutup Pembuangan Limbah “Gelap” Industri Nakal

Dansektor 21 tutup pembuangan limbah_PT Kahatex

Bandung, (JAI).- Komandan Sektor 7 Citarum Harum Prajurit Kodam III Siliwangi, Kolonel Kav Purwadi bersama personil lengkap didampingi para pegiat lingkungan, Muspika dan masyarakat setempat melakukan pengecoran saluran limbah cair karena diketahui terus – menerus mencemari sungai.

Sikap tegas Prajurit Siliwangi tersebut karena pihak Industri pembuang limbah hingga saat ini dianggap tidak menghargai program Citarum Harum. Padahal, beberapa perusahaan diarea tersebut sudah beberapa kali ditegur jika ditemukan membuang sengaja tanpa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Pengecoran saluran limbah yang dilakukan pada (5/9/2019) itu berlokasi di Jl. Cisirung No 38 Dayeuhkolot tepatnya di Sungai Cisumintu yang merupakan Daerah Anak Sungai (DAS) Citarum. Pelaksanaanya dihadiri muspika, masyarakat setempat dan mahasiswa pegiat lingkungan.

“Kami tutup saluran limbah setelah melakukan patroli malam dari tanggal 25 Agustus hingga 3 September dan menemukan limbah kotor dibuang pada malam hari pukul 9 malam,” kata Purwadi kepada wartawan dilokasi pengecoran (5/9), belum lama ini.

Di lokasi itu, kata Purwadi, terdapat 11 saluran limbah industri, pihaknya mengecor seluruh saluran limbah. “Ada 11 saluran, kanan 2, kiri 1 dan depan 8 saluran, sekarang saya tutup 8 saluran kemarin 3 saluran,” ungkapnya.

Terlihat sikap kesungguhan, saat melakukan pengecoran itu, sejumlah Prajurit Siliwangi menyelami sungai yang sedang berwarna hitam terkontaminasi limbah industri, tanpa menghiraukan dampak medis pada tubuh, prajut tetap selami sungai dan lakukan pengecoran.

Purwadi mengatakan, saat melakukan klarifikasi kepada seluruh Pabrik pemilik saluran limbah itu, tidak ada satupun pihak industri yang mengakui. Padahal, sudah jelas diketahui saluran itu sedang dalam membuang limbah hingga cemari DAS Citarum.

“Para pengusaha memang memanfaatkan malam hari membuang limbah dengan PH di atas 10, sebelumnya saya sudah menghimbau untuk tidak buang limbah pada saat hujan, ternyata malah lebih parah”, katanya.

Selain itu, tidak hanya di Dayeuhkolot, dari pantauan jural, wilayah Timur Kabupaten Bandung pada DAS Citarum tepatnya sungai Cimande dan Cikijing tetap ditemui terkontaminasi limbah industri. Bahkan, aliran sungai itu diwaktu siang sekira pukul 11.00 wib masih terlihat berwarna hitam.

Menurut keterangan warga Kampung Babakan Jeungjing Rt 01, Rw 03 Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Fery menuturkan, sejumlah industri textile diarea tersebut masih membuang limbah diduga tanpa IPAL yang mengalir ke Sungai Cimande dan Cikijing.

“Rumah saya berdampingan dengan sungai Cimande, diwaktu pagi, siang maupum malan Cimande tetap berwarna hitam kadang merah kecoklatan, saya yakin terkontaminasi limbah industri,” Ungkap Fery,  Sabtu ((7/9/2019).

Menurutnya, keberadaan sungai Cimande terkontaminasi ini sudah menjadi khalayak umum, kata dia, masyarakatpun sudah biasa, walaupun ia mengetahui ada satgas citarum yang menangani persoalan itu.

“Sodara saya di Linggar begitupun dekat sungai Cikijing, sama kondisi sungainya terkontaminasi, kita mah ah sudah biasa, malam kadang suka ada petugas yang ngontrol, namun tetap tidak ada perubahan”, tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *