Teguran Bagi Pemerintah dan DPR

Gedung Nusantara DPR/MPR RI

Jurnalaktualindonesia.com.- Gelombang pergerakan social dalam sepekan terakhir, aksi demo yang digelar elemen mahasiswa dari berbagai unipersitas di wilayah Indonesia. Perlu juga disampaikan disini Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang sedang berkuasa seharusnya peka menyikapi situasi demokrasi dan teguran social yang tengah terjadi.

Demontsrasi itu wajar bagi bangsa republik ini, meskipun membersit khawatiran timbulnya kerawanan konflik horizontal, lebih patal lagi bila menghalau aksi bertindak represif dengan cara-cara yang justru bisa memicu konfrontasi massa lebih meluas lagi Nah, dalam kondisi saat ini bisa berdampak buruk mengancam terhadap keamanan dan stabilitas bagi bangsa ini.

Salah satu pengamat dari ISESS mengingatkan pemerintah dan DPR harus sensitif terhadap kritik yang disampaikan mahasiswa. “Pemerintah dan DPR tentunya harus hati-hati, harus benar-benar sensitif terhadap kritik-kritik yang disampaikan oleh mahasiswa kemarin. Karena ya sudah kelihatan ya ada pergerakan yang itu juga kalau tidak direspons ya bisa membesar,” kata  Khairul Fahmi, Sabtu (21/9).

Demo mahasiswa di depan gedung utama DPR/MPR RI

Sebelumnya, ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat lain di berbagai daerah turun ke jalan untuk menolak UU KPK dan beberapa RUU seperti KUHP. Aksi ini harus menjadi worning dan teguran untuk pemerintah dan DPR. Aksi mahasiswa itu menyampaikan mosi tidak percaya kepada DPR karena kinerja yang tidak optimal. Mulai dari pengesahan Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penetapan pimpinan komisi antirasuah yang dianggap bermasalah, sampai pembahasan Revisi KUHP. DPR dinilai sebagai legislasi yang tidak berpihak pada masyarakat. Tidak terkecuali militansi kaum emak-emak juga turun kejalan, turut menggelar demo serupa di depan gedung utama DPR-MPR RI, sewaktu lalu.Jumat (20/9/2019).

Namun dilain pihak, ada kelompok lagi yang menamakan diri Aliansi Pemuda Mahasiswa Indonesia (Apmara) dan Massa yang menamakan diri Himpunan Aktivis Milenial Indonesia serta Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan Cinta NKRI kembali menggelar aksi, mereka mendesak pimpinan Agus Rahardjo dkk Mundur di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (20/9/2019),

Pada aksi mahasiswa Bogor Jawa Barat, diwarnai bentrokan antara mahasiswa dan polisi saat mahasiswa adakan pemblokiran jalan raya hingga menimbulkan korban luka-luka. Dikabarkan ada sekitar 10 mahasiswa menjadi korban atas bentrokan tersebut, sekitar 5 orang luka-luka, 1 orang mengalami memar dilutut dan 4 orang robek dikepala.

Padahal itu tak perlu terjadi, keluarga Mahasiswa Universitas Pakuan mengadakan aksi serupa, pada, Jumat (20/9/2019), mereka menuntut kedewasaan dari Pemerintah Indonesia atau bubarkan Pemerintahan Indonesia karna banyak kasus yang tidak terselesaikan. kebakaran hutan makin parah, kriminalisasi, perlemahan KPK, perancangan Undang-Undang yang tidak beres.

Kendatipun dalam menghadapi bentrokan antara pendemo dan petugas, korban memang, tidak hanya dialami pihak pendemo saja, tapi anggota polisi banyak pula yang jadi korban, misalnya saat aksi mahasiswa Universitas Riau Pekanbaru, sewaktu yang lalu. (7o3Rn4L)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *