Mahasiswa Harus Menjadi Pilar Perubahan

KEGIATAN MAHASISWA UNISBA

Jurnalaktualindonesia.com.- Sepintar dan secerdas apapun seorang mahasiswa jika tidak perduli terhadap lingkungan sekitarnya percuma saja. Mahasiswa adalah sebagai komponen pemuda sebagai ujung tombak perubahan bangsa.

Saat ini serangkaian aksi nasional sebagai pergerakan mahasiswa dari berbagai penjuru bumi nusantara, dalam sepekan terakhir September 2019 ini. Ibu Pertiwi turut menyaksikan mahasiswa Indonesia, kini kembali bersuara revolusioner sebagai agen objek sosial kontrol dalam perjuangan untuk mengembalikan apa yang menjadi hak kedaulatan, keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

Aksi nasional digerakan kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan ‘Aliansi Mahasiswa Indonesia’ sedang viral menjadi objek pembicaraan terkait Ribuan massa aksi dari berbagai universitas sejumlah daerah di Indonesia turun ke jalan untuk menolak UU KPK dan beberapa RUU seperti KUHP.

Mahasiswa kita yang sempat redup, belakangan ini kembali ambil alih panggung aksi. mahasiswa yang tergabung dalam ‘Aliansi Mahasiswa Indonesia’ dengan tema menuntaskan reformasi’ menggelarkan puncak aksi demo di Istana Negara dan di Gedung MPR/DPR RI ibukota negara Jakarta.

Selain dijakarta digelar serentak di sejumlah daerah di Indonesia, seperti; di Riau, Palembang, Sumut, Bandung, bogor, Cirebon Jawa Barat, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, pekalongan, Mahasiswa Jombang berasal dari gabungan sejumlah organisasi kemahasiswaan, yaitu GMNI, HMI, KAMMI, TAMARA, IKTAMA, dan Isma’u NTB. hingga Papua menggelar aksi unjuk rasa

Gelombang demonstrasi yang dilakukan oleh ribuan Mahasiswa tersebut mengusung sejumlah tuntutan, di picu karena adanya sejumlah kebijakan DPR dan pemerintah yang mendapat sorotan tajam dari public, di antaranya soal Revisi KUHP agar ditunda, revisi UU KPK yang baru disahkan dan mengadili elite yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.

Selain itu, para mahasiswa juga menuntut agar Jokowi mundur dari jabatannya. Mereka juga menyerukan menolak RUU Pertanahan, RUU Ketenagerjaan, dan sejumlah produk legislasi lain. Mahasiswa menilai produk-produk legislasi itu lebih mementingkan pengusaha ketimbang rakyat. Dari itu pemerintah yang sedang berkuasa harus peka menyikapi worning dan teguran social yang tengah terjadi. Aksi ini harus menjadi worning dan teguran untuk pemerintah dan DPR.

Salah satu pengamat mengingatkan pemerintah dan DPR harus sensitif terhadap kritik yang disampaikan mahasiswa. Pemerintah dan DPR tentunya harus hati-hati, harus benar-benar sensitif terhadap kritik-kritik yang disampaikan oleh mahasiswa kemarin. Karena ya sudah kelihatan ya ada pergerakan yang itu juga kalau tidak direspons ya bisa membesar.

Begitulah idealnya, mahasiswa berkarakter harus peduli terhadap lingkungan tertarik ikut andil untuk melakukan gerakan perubahan secara signifikan dan memiliki idealisme tinggi. Dia tidak akan pernah dianggap ada dalam lingkungannya sehingga ilmu yang seharusnya bisa bermanfaat menjadi sia-sia saja dan mahasiswa seperti ini bukanlah mahasiswa ideal. Mahasiswa harus bermanfaat bagi orang lain. Ketika mahasiswa sudah bisa memberikan manfaat untuk orang lain disekitarnya, berarti ia sukses dalam pendidikannya dan begitulah seharusnya seorang mahasiswa sejati.

Masih ingatkah kata-kata Soekarno ketika sedang berorasi, “Berikan saya sepuluh pemuda maka akan saya goncangkan dunia ini”. pemuda adalah ujung tombak perubahan bangsa Karena memang, pada pemudalah ditopangkan tanggung jawab yang besar akan masa depan bangsa yang lebih baik. Begitu dahsyatnya kekuatan pemuda. Oleh sebab itu, pemuda adalah ujung tombak perubahan bangsa.

Untuk itu, pemuda memang harus memiliki idealisme yang tinggi dan memunculkan idealisme itu membutuhkan karakteristik sebagai penunjang. karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang mahaiswa idealnya adalah 1) beriman, 2) bersemangat, 3) banyak membaca, 4)  waspada, 5) memiliki orientasi yang jelas, 6) bermanfaat bagi orang lain, 7) pandai menyesuaikan diri, 8) peduli terhadap lingkungan, 9) berpikir jernih, 10) kreatif, 11) inovatif, 12) disiplin. 13) memiliki cita-cita yang tinggi, 14) berpendirian kokoh, dan 15) rendah hati.

Dengan tercapainya pemenuhan kelimabelas karakteristik mahasiswa ideal maka akan terciptalah generasi-generasi penerus bangsa yang benar-benar mampu dan berpotensial untuk menyandang predikat generasi penerus bangsa. Namun gejolak jiwa yang masih labil sering sulit dibendung sehingga menjadi salah satu faktor penghambat pengembangan karakteristik itu.

Disinilah dibutuhkan indikator-indikator mahasiswa ideal sebagai pengontrol dan sebagai alat untuk mengantisipasi, serta sebagai media untuk menyalurkan potensi yang bergejolak itu sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan diri mahasiswa itu sendiri. (7o3Rn4L)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *