Para Pihak Bantah Konflik Polri Lawan TNI Soal Kecurigaan Pendemo ‘Dilindungi’ Marinir

Pengejaran para Pendemo, di gedung DPR RI Jakarta, pada rabu (25/9/2010)

Jakarta, (JAI).- Sebelumnya beredar sebuah vedio  di media sosial (medsos) yang terlihat seperti  terlibat konflik  antara Polri melawan TNI terkait Peristiwa di Wisma Pati TNI AL Lumba-lumba berawal saat anggota Brimob dan Satuan Shabara memukul mundur demonstran ke arah Cawang. Dalam pengejaran, ada demonstran yang melarikan diri ke area Wisma Pati TNI AL Lumba-Lumba di sekitar Bendungan Hilir, pada Rabu (25/9/2019) malam.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membantah bahwa Polri terlibat konflik dengan TNI terkait peristiwa yang terjadi di Wisma Panglima Tinggi TNI Angkatan Laut Lumba-lumba di Jakarta, “Dari dulu sampai sekarang selalu ada pihak yang ingin mengadu domba aparat keamanan antara TNI dan Polri, itu tidak benar,” ujar Wiranto dalam konferensi persnya di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Wiranto berdalih, aparat TNI dan Polri memiliki satu sumpah, yakni harus membela negara bersama-sama. Maka dari itu, dia menilai bahwa ada kelompok yang seakan-akan ingin menciptakan konflik supaya TNI dan Polri dipandang tidak kompak.

“Apabila ada pihak-pihak yang melemparkan hoaks, provokasi, bahwa seakan-akan ada benturan, seakan-akan tidak kompak. Ini memang diusahakan seperti itu, tapi kenyataanya tidak. Tapi selalu ada pihak-pihak tertentu yang ingin memisahkan TNI-Polri,” kata Wiranto mantan Panglima ABRI itu

Maka dari itu, anggota Marinir melakukan prosedur pengamanan. Namun, ada pula oknum anggota Brimob yang memaksa masuk ke area wisma tersebut. Bahkan, ada yang melempar gas air mata hingga ujaran-ujaran tertentu. Setelah 20 menit, sekitar pukul 21.50 WIB, aparat Brimob bersama Shabara mundur ke arah Gedung DPR. Situasi pun kondusif.

Marinir Halau Demonstran

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengklarifikasi soal peristiwa yang terjadi di Wisma Pati TNI AL Lumba-lumba,tersebut. Menurut dia, anggota marinir membantu aparat kepolisian untuk memukul mundur para demonstran mahasiswa yang yang melarikan diri ke area Wisma Pati TNI AL Lumba-Lumba.

“Anggota TNI, khususnya marinir di Wisma Lumba-Lumba justru membantu mengusir para pendemo, keluar, dan memukul mundur sampai ke bendungan hilir,” ujar Hadi dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Dalam konferensi pers tersebut, hadir pula Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Kepala BSNN Hinsa Siburian. Hadi mengatakan, dalam video yang viral di media sosial soal demonstran di wisma tersebut, memang terlihat adanya bentrok antara polisi dan marinir. Kendati demikian, ia menampik adanya bentrok tersebut.

Menurut Hadi, yang sebenarnya terjadi adalah marinir mampu menghalau para pengunjuk rasa dan memukul mundur sampai ke Bendungan Hilir. “Justru prajurit marinir mampu menyelesaikan permasalahan dengan menghalau para demonstran sampai ke Senayan atau Bendungan Hilir. Sesuai dengan UU, demonstran tidak boleh masuk ke instansi militer,” ucap dia.

Dijelaskan, awalnya anggota Brimob dan Satuan Shabara memukul mundur demonstran ke arah Cawang. Dalam pengejaran, ada demonstran yang melarikan diri ke area Wisma Pati TNI AL Lumba-Lumba. Maka dari itu, anggota Marinir melakukan prosedur pengamanan.

Namun, ada pula oknum anggota Brimob yang memaksa masuk ke area wisma tersebut. Bahkan, ada yang melempar gas air mata hingga ujaran-ujaran tertentu. Setelah 20 menit, sekitar pukul 21.50 WIB, aparat Brimob bersama Shabara mundur ke arah Gedung DPR. Situasi pun kondusif.

Begini Penjelasan Polri  

hampir senaada,  disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo memberikan penjelasan terkait peristiwa yang terjadi di Wisma Pati TNI AL Lumba-lumba, pada Rabu (25/9/2019) malam. Awalnya, anggota Brimob dan Satuan Shabara memukul mundur demonstran ke arah Cawang.

Dalam pengejaran, ada demonstran yang melarikan diri ke area Wisma Pati TNI AL Lumba-Lumba. Maka dari itu, anggota Marinir melakukan prosedur pengamanan. Namun, ada pula oknum anggota Brimob yang memaksa masuk ke area wisma tersebut.

Bahkan, ada yang melempar gas air mata hingga ujaran-ujaran tertentu. Setelah 20 menit, sekitar pukul 21.50 WIB, aparat Brimob bersama Shabara mundur ke arah Gedung DPR. Situasi pun kondusif. Dedi menegaskan, kejadian tersebut sudah diredam.  “Sudah ada komunikasi dengan para komandan lapangan untuk dapat meredam kejadian tersebut,” kata Dedi kepada pers, Kamis (26/9/2019).

Ia pun menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan TNI terus ditingkatkan dalam rangka mengamankan demo. “Sinergi di lapangan tetap ditingkatkan untuk bersama-sana meredam rusuh massa,” ujar dia. (Angga)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *