Work Shoop Kesehatan Reproduksi Calon Penganten 2019, Digelar di Kota Depok

Depok (JAI), Work Shoop Kesehatan Reproduksi Calon Penganten 2019, diiikuti puluhan ibu ibu , Kader PKK dan pasangan usia dini, terungkap kurangnya sosialisaai dan regulasi yang mengatur tentang Kesehatan Calon Penganten menyebabkan kurangnya partisipasi pasangan tersebut dan pengetahuan tentang kesehatan Reproduksi.

Data dari kantor Kementerian Agama menyebutkan, dari 200 pasangan usia subur dikota Depok yang diundang pembekalan tentang perkawinan dan kesehatan reproduksi calon pasangan pengantin yang hadir hanya sekitat 20% saja.

Beda dengan agama diluar Islam yang nampaknya lebih baik dan terkontrol serta lebih tertib dalam pendataannya.

Dari diskusi di Tingkat Propinsi yang diikuti 12 Kota Kabupaten yang ada dan dari 200 pasangan usia dini yang diundang yang hadir hanya 40 orang saja ini bukti kurangnya sosialiasaai dan regulasi pengaturan akan hal itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kota Depok May Hariyanti menyebutkan, kegiatan ini implementasi dari salah satu program Kota Depok, yaitu ketahanan keluarga.

“Kegiatan yang dilakukan guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan pasangan muda,” ujar May Hariyanti.

Ditambahkan, tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) secara nasional disebabkan oleh berbagai faktor.

“Diantaranya Gizi buruk, penyakit menular atau bawaan orang tua kepada bayi, gangguan pernafasan, dan kurangnya atau kehabisannya darah ibu pasca melahirkan,” tambah May Hatiyanti.

Menurutnya, kasus Kota Depok secara Nasional berada pada posisi ke 36.

Meskipun presentasenya kecil, namun satu kasus kematian ibu atau bayi saja dalam dunia kesehatan dianggap sebagai kasus yang luar biasa.

Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya hal tersebut, pihaknya menggelar kegiatan Work Shoop ini yang diperuntukan bagi calon pengantin, sebelum nantinya ia menikah, terlebih dahulu harus dibekali tentang kesehatan reproduksi.

“Kegiatannya sendiri dilakukan dalam bentuk konseling, komunikasi, informasi dan edukasi. Semuanya ini dilakukan di Puskesmas setempat,” ujar Kabid Dinkes Depok.

May Hariyanti memaparkan , kegiatan ini yang dari Program Ketahanan Keluarga,  terdapat 4 Program Prioritas, yakni menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menurunkan prefelensi gizi buruk, mencegah penyakit menular, dan terakhir yang serta mengendalikan penyakit tidak menular.

“Oleh karena itu, fokus kegiatan ini adalah konstentrasikan sebelum bayi tersebut lahir. Jadi sasar pihaknya adalah pada calon pengantin (catin),” ungkapnya.

May mengakui kurangnya sosialisasi bagi calon pengantin serta kurangnya berkomunikasi menyebabkan kurang berhasilnya.

Dirinya pun berharap dengan adanya kegiatan ini bagi para calon pengantin yang nantinya akan berkeluarga dapat menjaga kesehatannya sendiri dan pasangannya.

“Sehingga nantinya kasus-kasus kematian ibu dan bayi tiap tahunnya bisa turun presentasenya. Bahkan kalau bisa, tidak ada,” harap Kabid Kesmas Dinkes Kota Depok May Hariyanti.

Sedangkan Bunda Elly Fatida yang juga Ketua Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok Elly Farida mengatakan. bahwa dirinya menyambut baik kegiatan Work Shoop ini karena memberikan nilai positif bagi pasangan muda .

“‘Mari Wujudkan Generasi Emas yang harus diketahui oleh masyarakat luas di Kota Depok. Terutama bagi anak muda usia 17 tahun dan calon pengantin,” Harap Bunda Elly Farida.

Tentunya ini adalah satu hal yang positifnya, ia juga memberikan apresiasi kepada Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Depok.

Work Shoop Kesehatan Reproduksi bagi Calon Pengantin yang di Gelar Dinkes Depok hari Kamis (04/10/2019) diakhiri dengan tanya jawab. ( wismo )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *