Isiden Penikaman Menkopolhukam dan ‘Jualan Radikalisme’

Insiden Penikaman terhadap Menko Polhulam Wiranto di Pandeglang, Kamis, (10/10/2019)

Jurnalaktualindonesia.com.- Insiden peristiwa penusukan terhadap Menko Polhulam Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal menggunakan senjata tajam Pada hari Kamis tgl 10 Oktober 2019 Pukul 11.50 WIB bertempat di Alun-alun Menes Kec. Menes Kab. Pandeglang.

Belakangan, publik mendapat petunjuk baru yang mencerahkan. Petunjuk itu berasal dari Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, yang baru saja menjenguk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Menurut Ical (sapaan akrab Aburizal Bakri) mengatakan bahwa jari kelingking Wiranto terluka karena menangkis serangan pelaku penusukan. Begitu ujar Aburizal kepada pers di Jakarta, Minggu (13/10).

Padahal, akibat luka jari kelingking Wiranto ini publik sejagat, jutaan rakyat Indonesia dibuat heboh, juga bingung. Pelaku awalnya diberitakan tukang mabok, tukang judi dingdong. Di pemberitaan yang lain dikabarkan taat ibadah, rajin sholat. Pelaku katanya terpapar ISIS, anggota JAD. Namun kemudian, muncul berita pelaku adalah korban penggusuran oleh Jokowi di Medan.

Karena jari kelingking Wiranto, segenap elemen anak bangsa berubah menjadi sosok yang peduli pada kondisi negeri. Presiden langsung berdiri berpidato mengajak segenap elemen anak bangsa untuk menyatakan perang pada radikalisme, Menag, mengutuk radikalisme dan menekankan pentingnya reinterpretasi pemahaman agama.

menanggapi peristiwa ini, Ketua MPR mengutuk radikalisme, Prabowo mengutuk radikalisme, Megawati kirim karangan bunga untuk Wiranto, KSAD menjadi ‘garang kepada dandim’, penggerebekan dan penangkapan rakyat dilakukan oleh aparat di Bali, Bekasi dan Bandung. Bahkan, hingga Yakult selaku pimpinan Bani Majengjeng Hemereketehe ikut menebar fitnah dan tudingan berdalih narasi radikalisme.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Provinsi Banten KH Embay Mulya Syarif. menyerukan untuk menolak semua bentuk aksi unjuk rasa anarkis dari pihak manapun. “Mari kita menolak aksi unjuk rasa yang berakhir anarkis, kita utamakan penyampaian pendapat secara damai tanpa harus berbuat anarkis,” Kata KH Embay,  selasa (15/10/2019).

Kemudian Kh embay menyampaikan bahwa dirinya sangat Menolak keras Aksi Aksi Radikalisme dan Terorisme yang dapat memecah bela bangsa Indonesia “Masyarakat banten pasri bersungguh-sungguh untuk menolak radikalisme dan anti pancasila di banten demi menjaga keutuhan NKRI,” Katanya.

Terkahir KH. Embay mengatakan sangat mendukung pelantikan JOKOWI – MA’RUF AMIN sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024 karena mereka terpilih secara resmi dan konstitusional.

“Mari kita wujudkan situasi aman dan kondusif menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden serta. Mari mendukung Polri khususnya Polda Banten dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

Kronologi Penusukan  

Berdasarkan Pemantauan, Penelusuran dan Pengamatan para Awak Media di Lapangan membuahkan hasil dengan kronologi sebagai berikut :

1.Pada Pukul 08.57 wib Menkopolkam dan rombongan tiba di Alun-alun Menes Desa Purwaraja Kec.Menes Kab. Pandeglang disambut oleh Kapolda Banten, Danrem 064/MY, Bupati Pandeglang, Komandan Distrik Militer 0601 dan Kepala polisi Resor Pandeglang.

2.Pada Pukul 09.05 wib Menkopolkam dan rombongan menuju  Kampus Universitas Mathlaul Anwar Banten, Jln. Raya Labuan KM. 23 Kp. Cikaliung Desa Sindanghayu Kec. Saketi Kab. Pandeglang.

3.Pada Pukul 09.17 Wib Menkopolkam dan rombongan tiba di Kampus Universitas Mathlaul Anwar Banten, Jln. Raya Labuan KM. 23 Kp. Cikaliung Desa Sindanghayu Kec. Saketi Kab. Pandeglang selanjutnya menghadiri persemian gedung perkuliahan Universitas Mathlaul Anwar hadir dalam acara tersebut antara lain :

a.Irjen Pol Tomsi Tohir.(Kepala Polisi Daerah Banten), b. Brigjen pol Drs Tomex Kurniawan.(wakapolda Banten), c. Kolonel Inf Widiyanto (Danrem 064/MY), d. Mayor CPM Rukwan Hadi.S.Ag.(Komandan Detasemen Pom lll/4),e. Hajjah.Irna Narulita SE.MM(Bupati Pandeglang), f. AKBP(Letnan Kolonel). Indra Lutriyanto Amstono,SH. S.IK  (Kapolres Pandeglang), g. Letnan colonel  Infantry. Denny Juwon Pranata,M.Tr. ( Han ) (Komandan Distrik Militer 0601/Pandeglang), h. Letnan colonel Infantry Faurizal Noerdin.(Komandan Batalyon 320/BP), i. KH Irsyad Djuwaeli. (Ketua Majlis Amanah Matlaul Anwar), j. KH.Sadeli Karim.(Ketua Umum Matlaul anwar), k. Syeh HasimAhmad Al goji.(Dosen Al-Azhar Kairo), l. Para Dekan fakultas dan Dosen UNMA Banten.

4.Pada Pukul 10.47 wib Menko Polhukam dan rombongan menuju Ruang transit di Gedung I Universitas Mathlaul Anwar untuk makan siang.

5.Pada Pukul 11.00 Wib Presiden mahasiswa UNMA  Agus Hidayat didampingi Erik Wakil Presiden mahasiswa UNMA menemui Menkopolhukam untuk memyampaikan aspirasi (Terlampir) yang diserahkan langsung ,Adapun tanggapan yang disampaikan Menkopolhukan kepada seluruh Mahasiswa UNMA bahwa aspirasi tersebut akan disampaikan ke presiden,Kata Menkopolhukam Wiranto.

6.Pada Pukul 11.30 Wib Menkopolhukam beserta Rombongan meniggalkan UNMA Menuju Alun-alun menes Kec. menes Kab. Pandeglang.

7.Pada Pukul 11.50 Wib Menkopolkam dan rombongan tiba di Alun-alun Menes.

8.Selanjutnya dari arah belakang Syahrial Alamsyah menusuk Menkopolhukam hingga tersungkur, para pelaku diamankan di Polsek Menes dan dimintai keterangan.

9.Pada Pukul 11.55 Wib Menkopolhukam tiba di Klinik Menes Medical Center Kec. Menes Kab. Pandeglang untuk mendapat pertolongan Pertama terkait insiden tersebut.

10.Pada Pukul 12.00 Wib Menkopolhukam dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pandeglang Kec. Kaduhejo Kab. Pandeglang, Guna mendapatkan pertolongan yang lebih intensif lagi.

Sebagaimana diketahui, dua orang pelaku penusukan yang kemudian diamankan diMarkas Komando Polisi Sektor Menes ,Pandeglang dengan identitas masing-masing yang pertama Fitri Andriana Binti Sunarto, kelahiran Brebes 05 mei 1998, Beragama Islam dan beralamat Ds, Sitanggai Kec. Karangan Kab. Brebes , Lalu yang kedua Sdr. Syahril Alamsyah alias Abu Rara kelahiran Medan, 24 – 08 – 1988,beralamat di Jl. Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara.dengan No KK 1271060912100022 dan No KTP 1271062408680005 ( Untuk saat ini yg bersangkutan tinggal / mengontrak di Kp. Sawah Ds/ Kec .Menes Kab. Pandeglang ).

Dari Insiden tersebut Disamping Menkopolhukam terdapat 2 orang lain yg terluka akibat penyerangan tersebut. Yaitu ; Komisaris Polisi Dariyanto SH, MH, Kepala Polisi Sektor Menes dibagian Punggung dan H. Fuad juga dikabarkan terluka pada dada sebelah kiri atas.   (7o3Rn4L)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *