SDN IBU DEWI 7 Diduga Masih Menjual-Belikan LKS

CIANJUR-jurnalaktualindonesia.com-Meski sudah dilarang, beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur masih saja menjual Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada siswa. Larangan sekolah menjual LKS pada siswa itu diatur dalam Pasal 181 Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2010 yang menerangkan bahwa, penyelenggara dan tenaga pendidik, baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, perlengkapan pelajaran, bahan pelajaran, serta pakaian seragam di tingkat satuan pendidikan.

Aturan tersebut juga tercatat dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan.

Bacaan Lainnya

Tampaknya di Sekolah Dasar Negri Ibu Dewi 7 ,Kelurahan Sawah ,Kecamatan Cianjur Diduga adanya praktek penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS).

Menurut keterangan yang didapat Tim Jurnal Aktual Indonesia dari informasi Orang Tua murid yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan, harus adanya pembelian Lembar Kerja Sekolah (LKS) dari pihak sekolah”,ungkapnya (24/20/2019)

Biasanya pembelian buku LKS itu terjadi pada penerimaan murid baru ataupun tahun ajaran baru dan ketika siswa memasuki semester dua dengan harga sekitar Rp 10.000 sampe dengan Rp 20.000 per LKS.

Hal ini seolah-olah dijadikan kesempatan bisnis oleh salah seorang oknum pendidik yang seharusnya menjadi barometer untuk siswa-siswinya didiknya.

Pada saat Tim Jurnal Aktual Indonesia mengkonfirmasi Syarif Hidayat Selaku Kepala Sekolah SDN Ibu Dewi 7 Kecamatan Cianjur diruang kerjanya menjelaskan,”saya tidak pernah mengintruksikan kepada guru-guru pengajar untuk menjual buku LKS terhadap siswa-siswinya.

Kendati demikian disisi lain ada oknum selaku bendahara yang beinisial (AM) yang mana ia diduga mengelola untuk pengadaan buku LKS tersebut.

Saat di konfirmasi (AM) menjelaskan ,”selama ini tidak ada satupun orang tua ataupun wali murid yang merasa keberatan dengan pengadaan LKS yang dijual disekolah ini”,jelasnya.

Lanjut (AM) menambahkan ,”ditambah tooh bukan sekolah SDN ini saja yang melakukan seperti ini”,kata (AM) seolah-olah ia menyuruh awak media menelusuri semua sekolah SDN yang lain.

Dengan adanya dugaan penjualan buku LKS ini Kepala Dinas terkait harus bisa bertanggung jawab atas kelalain dan kurangnya pengawasan pada sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur, dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Seharusnya memberikan sanksi tegas kepada Sekolah-sekolah yang diduga menjual buku LKS dan kepada pihak penegak hukum agar segera melakukan audit kesekolah tersebut ,agar orang tua siswa atau wali murid tidak merasa terbebani oleh diduga adanya penjualan LKS .

Sehingga berita ini diterbitkan Tim investigasi Jurnal Aktual Indonesia belum mengkonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur dan Tim pun masih akan mengkonfirmasi kepada pihak-pihak yang lebih berkompeten.

(Tim JAI Cianjur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *