Gubernur Berharap Kontingen Popnas Rebut Juara Umum

SURABAYA – jurnalaktualindonesia.com-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berharap atlet Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Jatim yang akan bertanding bisa meniru hasil yang dicapai Peparpenas. Mereka diharapkan meraih juara umum, dengan membawa nama harum Jatim di Popnas yang akan berlangsung 17-25 Nopember di Jakarta.

Hal ini dikatakan Gubernur Khofifah saat menyambut kontingen Peparpenas Jatim dan melepas Kontingen Popnas Jatim di gedung Grahadi Surabaya, Jumat (15/11).

Bacaan Lainnya

Kontingen Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) IX Jatim berhasil meraih juara umum setelah meraih 20 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Perparpenas merupakan kompetisi olahraga bagi para pelajar penyandang disabilitas yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Perparpenas IX Tahun 2019 ini diselenggarakan dari 7-13 November 2019 di DKI Jakarta.

Kadispora Jatim, Supratomo, melaporkan bahwa kontingen Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) IX Jatim berhasil meraih juara umum setelah meraih 20 emas, 2 perak dan 1 perunggu, dan pada Peparpenas IX Jatim berhasil mengungguli juara umum 2017 kontingen Jateng, Provinsi Papua di peringkat tiga.

Sementara Kontingen Popnas Jatim berkekuatan 198 atlet 51 pelatih total kekuatan kontingen Jatim 247 orang, akan mengikuti seluruh cabang olahraga dan seluruh nomor pertandingan yang terdiri dari 13 cabang olahraga, 221 nomor pertandingan yaitu atletik, bulutangkis, dayung, panahan, judo, karate renang, taekwondo, pencak silat, voli pasir, angkat besi, sepak takraw dan tarung derajat.

Kontingen Popnas 2019 ini adalah hasil seleksi dari para atlet pelajar terbaik se- Jawa Timur, mereka lolos dalam seleksi untuk memantapkan persiapan. “Kami telah menyelenggarakan Training Center secara desentralisasi maupun sentralisasi serta bekerja sama dengan KONI Jawa Timur atas bantuan untuk berlatih bersama dengan atlet senior Puslatda Jatim 100,” ujar Supratomo.

Popnas merupakan event dua tahunan yang diselenggarakan kemenpora maksimal usia 18 dan masih bersekolah, semula 2019 akan diselenggarakan di Provinsi Papua, pada Oktober 2019, namun menjelang pelaksanaan pemerintah provinsi Papua mengundurkan diri karena belum siap dan keamanan belum bisa dijamin di sana itu, maka kemudian diambil alih oleh penyelenggara oleh Kemenpora dengan perubahan-perubahan satu perubahan tempat. Dimana semula di Papua, dipindah ke Jakarta dan cabor yang dipertandingkan semula 20 cabor dikurangi menjadi 13, Dengan begitu Jatim sebenarnya juga kehilangan banyak medali emas di cabor tenis lapangan, bola voli, tenis meja, meskipun Jatim kehilangan emas dari 6 cabor tersebut kami tidak kehilangan optimisme untuk merebut juara umum Popnas 2019,” pungkas Supratomo.

(Red JAI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *