Ketua Lembaga Anti Korupsi Indonesia Angkat Bicara Terkait Banprov BPBD Tasikmalaya

Kab. Tasikmalaya (JAI), 

Menindak lanjuti pemberitaan sebelumnya tentang bantuan provinsi tahun anggaran 2019 untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya yang di duga kuat bermasalah,  Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Wilayah Jawa Barat angkat bicara.

Berita terkait : Terkait Banprov TA 2019, Polda Jabar Wajib Periksa BPBD Kab. Tasikmalaya

Melalui salah seorang pengurusnya, Deden kepada tim Investigasi  dengan tegas memberikan pernyataannya terkait desas desus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi dalam Bantuan Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2019 yang di berikan kepada BPBD Kabupaten Tasikmalaya mangatakan bahwa sudah sepatutnya aparat  penegak hukum dalam ini baik Polda Jabar maupun Kejaksaan Tinggi  Jawa Barat untuk segera menindak lanjuti nya.

“Karena sudah pasti jelas dalam hal bantuan provinsi ini kalau memang tidak sesuai hasil yang di capai maka di situlah patut di curigai adanya potensi penyelewengan yang dilakukan oleh oknum baik dari pihak penerima sendiri dalam hal ini BPBD Kabupaten Tasikmalaya maupun oknum pihak ketiga dari luar yang besar kemungkinan memiliki peran dalam permasalahan ini,” ucap Deden, Jum’at (24/4/2020).

Ketika disinggung siapa oknum tersebut, Deden mengatakan yang di maksud adalah oknum dari partai politik yang sengaja mengaku bahwa program bantuan ini dirinya lah yang membawa nya.

“Saya mendorong kepada rekan rekan baik di Polda mau pun Kajati Jawa Barat agar segera menindaklanjuti nya, karena jika di biarkan akan menjadi sebuah polemik serius yang mencoreng lembaga daerah tersebut,” ungkapnya.

Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Jawa Barat pun menurut informasi yang diterima, tengah menyiapkan berkas laporan untuk di serahkan ke Kajati dan Polda Jabar sebagai langkah menindaklanjuti perkara tersebut.(RS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *