Dana Hibah Di Kemenag Dan PGRI Kota Bandung di Duga Tumpang Tindih

Bandung (JAI), Bantuan dana hibah dari pemerintah kota Bandung yang bersumber dari APBD kota Bandung tahun anggaran 2017 yang di berikan kepada kementerian agama (Kemenag) kota Bandung dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di duga kuat ada ketumpang tindihan dalam penggunaannya di dua lembaga tersebut yang berpotensi kuat menjadi ajang penyelewengan.

Mengkaji dari data yang ada, untuk bantuan dana hibah dari pemerintah kota Bandung yang di terima oleh kementerian agama kota Bandung mengacu pada naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) nomor : 978/NPHD.025/BPKA/2017 Tertanggal 9 juni 2017 dana yang di berikan oleh pihak pemkot Bandung berjumlah Rp.10.769.600.000. Sedangkan dana hibah yang di berikan pemerintah kota Bandung kepada PGRI kota Bandung senilai Rp.60.537.000.000.

Hal diatas sesuai dengan pendatangan naskah perjanjian hibah daerah ( NPHD) tanggal 21 Desember 2017.

Dugaan tumpang tindihnya penggunaan dana hibah di dua lembaga itu terlihat dari data penggunaan uang tersebut.

Kementerian agama kota Bandung yang menerima sebanyak Rp.10.769.600.000 hanya mengalokasikan sebesar Rp.7.564.600.000 untuk kegiatan bantuan guru honor madrasah diniyah dan peningkatan mutu pendidikan agama.

Sedangkan untuk pihak PGRI kota Bandung sendiri yang menerima kucuran dana dari pemerintah kota Bandung pada tahun 2017 sebesar Rp.60.537.000.000 pun mengalokasikan sebanyak Rp.11.655.072.000 untuk kegiatan pemberian dana hibah guru honorer Kemenag kota Bandung sama persis seperti yang di lakukan oleh pihak kemenag kota Bandung.

Melihat dari data di atas, sudah jelas bahwa dalam realisasi penggunaan dana hibah yang di berikan oleh pihak pemerintah kota Bandung sudah cukup jelas terlihat terjadinya dugaan tumpang tindih di dua lembaga tersebut.

Drs.Maman Sulaeman,M.SI ketua PGRI kota Bandung maupun Drs.Yusuf Umar,M.PD selalu kepala kementerian agama kota Bandung belum bisa di temui untuk memberikan penjelasan.

Sampai berita ini di turunkan, tim Wartawan Jurnal aktual Indonesia terus melakukan penelusuran dan pengumpulan bukti bukti nama penerima bantuan hibah tersebut di dua lembaga baik PGRI dan kementerian agama kota Bandung dengan tetap melakukan koordinasi kepada pihak yudikatif dalam penegakan hukum dalam terjadinya dugaan tindak pidana korupsi tersebut.(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *