Milliaran Rupiah Dana Bos Afermasi 2019 Belum di Cairkan, Kepsek Mengeluh…!

Kinerja Kadis Pendidikan Kabupaten Toba di Pertanyakan

Toba (JAI), Dana Bos Afermasi diberikan Pemerintah pusat bertujuan untuk membantu kegiatan Operasional Sekolah dan mendukung kegiatan pembelajaran yang belum tercukupi oleh dana Bos Reguler sebagai bentuk penghargaan atas kinerja baik dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan di daerah khusus yang di tetapkan oleh kementerian pendidikan.

Sebanyak 96 sekolah di kabupaten Toba yang mendapatkan bantuan operasional sekolah ( Bos) Afermasi Tahun 2019 kementerian Pendidikan untuk kabupaten Toba hingga pada bulan November 2020 ini tak kunjung di cairkan sehingga mengakibatkan beberapa sekolah dasar di Kabupaten Toba terancam untuk berutang agar kegiatan mengajar di sekolah ini tetap berjalan dengan baik.

Kepala dinas pendidikan Kabupaten Toba, Parlinggoman Panjaitan ketika hendak di Konfirmasikan Wartawan Journal Aktual Indonesia pada Jumat (06/11/2020), terkait belum cairnya dana Bos Afermasi tahun Anggaran 2019,salah seorang Penerima Tamu dinas Pendidikan Kabupaten Toba Mengatakan kepada Wartawan Jurnal Aktual Indonesia bahwa bapak sedang kedatangan tamu dari Samosir, Ujar tenaga honorer Boru Marpaung mengatakan.

Lalu beberapa saat wartawan Jurnal Aktual Indonesia mencoba menghubungi nomer seluler Sekdis Pendidikan beserta Kabid kabidnya yang sekaligus sebagai manager Dana Bos Afermasi, namun tidak ada satu pun dari nomer seluler mereka yang aktif, dan saat ditanyakan kepada Penerima Tamu tersebut mereka sudah tidak ada diruangan, enta kemana, mungkin kelapangan tutur wanita bermarga Marpaung yang menerima kedatangan rekan Media yang mengkonfirmasikan kapan Pencairan dana Operasional Sekolah Afermasi tersebut karena pada saat ini sangat di butuh kan siswa siswi untuk meningkatkan Mutu kualitas siswa.

Namun timbul pertanyaan Dari sekjen DPC Laskar Merah Putih kabupaten Toba,Harry JM,Amd. mengapa dari hasil temuan kami di lapangan ada beberapa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama sudah menerima bantuan Bos tersebut walau pun dengan cara belanja Online ujar Harry kepada media Jurnal Aktual Indonesia pada Jumat sore di kantor Sekertariat Laskar Merah Putih Tobasa.

“Namun sangat di sesalkan Sekretaris Ormas LMP Tobasa karena Kepala sekolah tidak mau menunjukan bukti kwintansi Pembayaran pemesan barang yang sudah mereka terima di sekolah dengan alasan bendahara sekolah sedang tidak Masuk hari ini,”tegas Harry mengatakan kepada awak media Jurnal Aktual Indonesia pada Kamis lalu(05/11/).

Sementara beberapa Kepala sekolah dasar yang telah di temui wartawan Jurnal Aktual Indonesia serta di konfirmasikan langsung kepada kepala sekolah beberapa hari lalu terkait dana Bos Afermasi 2019 dari Pemerintah Pusat melalui kementerian pendidikan kepala sekolah tersebut mengatakan bahwa Sekolah kami belum ada Pencairan,dan kami dari pihak sekolah menjadi kebingungan karena banyak nya perubahan aturan dan Juknis dari dinas pendidikan, Sementara siswa siswi yang belajar sudah sangat membutuhkan.

“Kami kepala sekolah beserta guru pengajar berharap kepada Pemkab Toba melalui dinas Pendidikan nya lebih serius lagi memperhatikan dan memonitoring serta mengakses kucuran dana Bos Afermasi tersebut guna meningkatkan Mutu kualitas siswa peserta didik di sekolah kami dan khususnya di kabupaten Toba ini,” ujar salah seorang kepala sekolah di kecamatan Porsea yang enggan di sebut atau di muat namanya ke media.

Beberapa orang tua siswa yang di dampingi Sekertaris Ormas Laskar Merah Putih Toba beserta guru pengajar Mengatakan dengan tegas agar kiranya Pemerintah kabupaten Toba melalui dinas Pendidikannya lebih Proaktif dalam mengupayakan percepatan Pencairan dana dana dari Pusat khususnya dari Kementerian dan guna meningkatkan Mutu kualitas para pelajar di kabupaten Toba.

“Namun di masa politik saat ini di kabupaten Toba yang akan melangsungkan Pilkada pada Desember 2020 mendatang, ada juga beberapa sekolah yang sudah terlebih dahulu di cairkan dana bos nya,di karenakan daerah tersebut mayoritas penduduknya memilih bupati yang saat ini Incumbent dan lanjut 2 periode tutur orang tua siswa kepada media Journal Aktual Indonesia Beberapa hari lalu.

Sementara pada Jumat (06/11/2020) media Journal Aktual Indonesia mendatangi SMPN 1 Narumonda kecamatan Siantar Narumonda kabupaten Toba, saat di temui di ruang Kepala sekolah, Dahlia Marpaung S.Pd mengatakan kepada media Jurnal Aktual Indonesia, kejadian ini sudah yang kesekian kalinya datang dan menanyakan tentang dana bos Afermasi ini, dan Dahlia katakan sedikit pun uang yang dari pemerintah pusat tersebut memang ada di rekening sekolah dan kembali kami transfer kan kembali kepada bank setelah barang yang kami pesan kami terima.

“jadi uang tersebut tidak pernah tersentuh dan diterima kami,” tegas Dahlia Marpaung S.Pd saat di tanyakan ada barang bukti penerimaan barang dan tanda bukti kwintansi Pembayaran atau pengiriman uang tersebut Kepsek SMPN 1 NARUMONDA mengatakan bahwa bukti pelunasan dan pengiriman uang transfer antar bank ada sama bendahara. “namun hari ini bendahara sekolah kami berhalangan masuk,”ujar Dahlia Marpaung S.Pd. (Hjm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *