Penambangan tanpa izin di Kabupaten Toba Makin Marak

JAI-Toba, Penambangan liar tanpa izin dari Pemerintah Kabupaten Toba khususnya dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Toba semakin marak,membuat perhatian banyak pihak,baik dari masyarakat,LSM dan Wartawan.

Seperti yang terjadi di desa Dolok nagodang Kecamatan Uluan Kabupaten Toba. Menurut laporan dari seorang Masyarakat desa dolok nagodang  yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan kepada wartawan Jurnal Aktual Indonesia pada Selasa(17/11) bahwa kegiatan galian C yang berada tak jauh dari tempatnya sangat sangat mengganggu dan menimbulkan debu dan tanah di sepanjang jalan.

Dengan adanya laporan dari warga dan tokoh masyarakat sekitar penambangan tersebut Wartawan Jurnal Aktual Indonesia langsung turun kelokasi penambangan galian c yang menurut warga tidak mengantongi izin rabu (18/11),dan tampak jelas kegiatan penambangan  sedang berjalan dengan lancar dengan menggunakan alat berat serta puluhan mobil truck yang siap mengakut tanah.dari hasil investigasi JAI dilapangan terkait alat berat yang dipakai adalah milik dari pengusaha berinisial (PM) Yang berdomisili di kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba.

Menurut Sekjen Ormas Laskar Merah Putih Kabupaten Toba Harry JM,Amd.mengatakan kepada wartawan JAI saat ditemui di lapangan, bahwa penambangan Galian C yang baru beberapa hari beroperasi ini tidak mengantongi izin baik dari kepala desa setempat mau pun pihak dari dinas lingkungan Hidup toba,karena menurut Harry mereka atau pengusaha hanya meraup keuntungan besar dari hasil penjualan tanah yang mereka tambang.

Di tambahkan Harry bahwa kepala desa dolok nagodang Togar Manurung sengaja membiarkan adanya kegiatan Penambangan liar di lokasi desa nya karena Ia merasa tanah yang di tambang tersebut milik dari keluarganya jadi tidak perlu izin dari pihak pihak berwajib,tampa mengetahui bahwa penambamgan galian C tanpa izin itu adalah perbuatan Pengelola yang sudah dapat di kategorikan bertentangan dengan program dari Pemerintah untuk Memerangi “Ilegal Mining” dan selain itu perbuatan dari Pengusaha tersebut di nilai sangat berpotensi merusak sumber daya alam sekitar penambamgan yang tidak jauh dari lokasi pemukiman warga tegas Harry kepada media Journal Berita Indonesia.

Wartawan Journal Aktual indonesia pun mendatangi kepala desa dolok nagodang,Togar Manurung si salah satu warung yang memang tidak jauh dari lokasi penambangan tersebut dan menanyakan langsung terkait adanya laporan dari beberapa warga masyarakat yang komplain adanya galian C di Lingkungan desanya, Kades Dolok nagodang Togar manurung mengatakan kepada Jurnal Aktual Indonesia bahwa mereka pihak Pengusaha penambangan galian C ini tidak meminta izin sebelumnya kepada dirinya sebagai kepala desa, namun Togar tetap membiarkan kegiatan penambangan liar ini berjalan begitu saja.mengharap ada hasil dari penambangan karena diri merasa bahwa tanah tersebut masih milik dari keluarganya,tegas Harry kepada media JAI (18/11) mengakhiri .  (Johnson M)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *