DLHK Kota Bandung Serap APBD Pemprov Jabar 2019

Bandung, (JAI) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat tahun Anggaran 2019,hal ini disampaikan oleh Sopyan. H, Kabid DLHK saat ditemui dan diwawancarai oleh Dwi Damayanti Wartawati online dan cetak juarnalaktualindonesi.com diruang kerjanya. Adapun APBD yang diserap adalah sebagai berikut :

1. Penyediaan sarana dum truk untuk sampah kota Bandung senilai Rp. 1.120.000.000
DLHK masih ada PD kebersihan yang dimana PD melakukan kegiatan operasionalnya adalah pengangkutan sampah sedangkan DLHK sendiri istilahnya belum melakukan itu. Untuk kegiatan transisi operasional pengelolaan sampah 2020 baru penyapuan, kemudian Ketika Oktober 2021 pengangkutan sampah, yang jadi salah satu kebutuhan untuk pengangkutan sampah itu sarana armada pengangkutan sampah, yang selama ini PD kebersihan cukup sulit untuk melakukan pengadaan itu.Jelas Sopyan kepada Jai.

Bacaan Lainnya

Saat ditanya tentang armada penunjang kebersihan Sopyan juga menyampaikan bahwa, PD Kebersihan meminta ada penambahan armada itu. Sistemnya kita yang pengadaannnya operasional dari PD kebersihan, tetapi setelah oktober 2021 kita melakukan pengangkutan sampah jadi semua barang-barang itu di pinjamkan ke PD Kebersihan ditarik menjadi aset kita. 2 dum truk merek HINO yang kisaran hargaya 300jt/ unit. Untuk hpsnya sendiri PPK yang menentukan. Untuk pengadaan alat seperti kendaraan itu biasanya melalui e-catalog karena itu ada yang Namanya ATPM, kita mengirim surat ke dealer-dealer agen wilayah bandung dan jawa barat, HINO di daerah padalarang dan rancaekek.

2.Penyediaan sarana louder untuk sampah kota Bandung senilai Rp. 1.120.000.000
Prosesnya karena tidak ada di e-catalog, dulu ada di e-catalog karena barabg-barang khusus itu tidak semua orang boleh jual, tidak sembarang orang bisa menjual, melainkan ada agen khusus yang di tunjuk sebagai agen tunggal pemegang merek, karena tidak ada di e-catalog aturannya itu bisa dilakukan lelang cepat karena itu penyediaannya terbatas dan sudah mencantumkan merek. Memilih merek KOMATSU karena sudah PD Kebersihan sudah puluhan tahun pakai merek tersebut, onderdil mudah di cari, kenapa kita melakukan proses lelang cepat karena kita ingin menyebutkan merek jangan samapi orang hanya bicara harga murah tetapi kualitas tidak memuaskan.

3.Penyediaan sarana truk compactor kota Bandung senilai Rp. 1.120.000.000
Gagal lelang

4.Penyediaan sarana persampahan pemukinan di DAS Citarum kota Bandung senilai Rp.1.120.000.000
Berkaitan dengan Citarum harum, tidak hanya bicara fisik tetapi harus melibatkan masyarakat, kebanyaka problem masyarakat Ketika membuang sampah ke sungai alasaanya karena tidak memiliki tempat sampah, kemudian pengangkut sampah, karena jauh ke TPS perlu motor saampah, gerobak, sehingga tidak ada lagi alasan membuang sampah ke sungai karena tidak memiliki tempat sampah. Sampah juga ada prosesnya dari mulai rumah ke TPS kemudian ke TPA

5.Penyediaan sarana rumah kompos untuk pengelolaan perssampahan kota Bandung Rp. 1.120.000.000
Tidak teralisasi karena lahan tidak ada, problemnya banyak orang membuang sampah tiap hari tapi pengennya hanya membuang tetapi tidak mau mengolah, kalaupun ada lahan untuk dijadikan tempat rumah kompos kebanyakan orang tidak mau karena alasan bau. Kendala kota Bandung susah mencari lahan

6.Pembangunan TPS 3R beserta kelengkapannya untuk pengelolaan sampah kota Bandung senilai RP.1.120.000.000
Tidak terealisasikan, karena kendala lahan

7.Penyediaan sarana motor sampah roda 3 kota Bandung senilai Rp. 1.120.000.000
Teknisnya dikasihkan ke kecamatan yang punya bantaran sungai di kasih pinjam tetapi nanti mutasi asset. Prosesnya menggunakan e-catalog, menghasilkan 46 unit motor roda 3 untuk di bagikan ke 22 kecamatan. Yang menentukan HPSnya PPK

8.Pembangunan penanganan persampahan daerah aliran sungai Citarum senilai Rp. 15.000.000.000
Compactor gagal lelang, pungkas Sopyan mengakhiri wawancaranya dengan Jai. (Dwi/Indah@Jai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *