Pusat Kajian Strategis Pertahanan, Keamanan Nasional Mendukung MIO Dalam Membangun Rasa Aman dan Damai Di Masyarakat

Bacaan Lainnya

JAKARTA, JAI,  Dalam beberapa waktu ke belakang, situasi bangsa ini dirasa kurang kondusif, terutama pasca Pemilihan Presiden di akhir 2019 lalu. Perbedaan pilihan atas figur pimpinan di Indonesia. Tentunya perbedaan pilihan ini menjadikan suasana kebangsaan kita terganggu. Ego masing-masing pendukung capres membawa keresahan dan ketidaknyamanan di lingkungan anak bangsa.

Dtambah lagi dengan maraknya media-media sosial yang terkadang malah menyulut keadaan, sehingga situasi makin tidak kondusif. Belum lagi media-media komersial yang membuat keadaan semakin tumpang tindih, beropini secara bebas dan subjektif, sehingga bukan memperbaiki keadaan dengan berita-berita yang menyejukkan dan meluruskan situasi yang dilebih-lebihkan, malah membuat situasi makin panas.

“Saya sebagai Pembina di MIO sejak awal sangat mendukung pembentukannya, apalagi dengan ditatanya media-media online yang bergantayangan bebas tanpa legalitas, diharapkan akan menekan tumbuhnya berita-berita hoax, ujaran-ujaran kebencian, dan hal negatif lainnya.” Menurut Mayjen Asep yang juga aktif di Paguyuban Asep Dunia.

“Rasa aman di masyarakat adalah tugas semua elemen masyarakat yang sesuai dengan profesinya masing-masing. Bukan hanya tugas TNI Polri semata. Peran media terutama para jurnalis merupakan hal penting dalam membangun situasi tersebut.“ Ujar Ketua Pusat Kajian Strategis Pertahanan dan Keamanan Nasional, yang juga mantan Staf Ahli Panglima TNI Bidang Bantuan Kemanusiaan.

“Pusat Kajian Strategis Pertahanan dan Keamanan Nasional merupakan sebuah think tank yang menganalisa serta mengolah data dan sumber untuk menyikapi kondisi pertahanan dan keamanan bangsa kita terkini. Kamipun membutuhkan media-media online yang ikut mendukung penyebaran nilai-nilai ideal di masyarakat.” Jelas mayjen Asep.

Mayjen Asep juga menekankan bahwa Media Online di Indonesia harus dibekali pemahaman kebangsaan dan nilai-nilai Bela Negara. Dengan penataan legalitas yang baik, tentunya media-media online juga akan berhati-hati dalam menjaga eksisensinya. Bukan hanya sekedar mencari keuntungan finansial saja, tetapi menjadi agen-agen,agar masyarakat paham, tenang dan cerdas dalam mengantisipasi segala kejadian yang tidak diinginkan di masyarakat sekalgus mendapat pencerahan, agar tidak mudah diadu domba, dipecahbelah, serta tetap setia pada Pancasila dan UUD 45.

“Mungkin terdengar klise dan normatif, tapi saya tetap yakin pada kemajuan teknologi informasi dan kreativas Media-media Online anggota MIO, nilai-nilai kebangsaan itu dapat dikemas dengan apik dan sesuai dengan pendekatan kekinian, namun tidak menghilangkan esensinya.” Tegas Mayjen Asep. (Red@ Jai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *