PT Pos Indonesia Gelar Silaturahmi ‘Coffe Morning”Bersama Jajaran Insan Pers.

Garut, (JAI)PT. Pos Indonesia adakan silaturahmi “Coffe Morning” bersama sejumlah para awak media (Pers) yang bertempat di aula kantor Pos Jl.Ahmad Yani Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut,Jawa Barat. Senin (11/01/2021).

Berlangsung nya acara tersebut berjalan lancar dan tertib dengan mengindahkan protokol jesehatan (Prokes) sebagaimana ikuti anjuran pemerintah . Ada sekitar puluhan jumlah wartawan atau awak media yang hadir,selain itu pihak pegawai dan kepala kantor Pos Garut juga turut menghadirinya.

Bacaan Lainnya

Disampaikan Kepala Kantor Pos Cabang Garut, Andrianto mengatakan dalam sambutannya, dirinya mengaku,merasa bahagia dan mengucap rasa Syukur atas kehadiran para awak media yang telah hadir memenuhi undangannya.”ucap Andrian.

Dia juga sempat memaparkan bahwa, awak media merupakan garda terdepan dalam memberikan informasi yang dikemas menjadi berita. Kami sangat mengafresiasi terhadap profesionalisme nya para wartawan yang mengacu terhadap undang undang (UU) no 40 tahun 1999 tentang PERS”.

Kami atas nama PT POS cabang Garut,sebut dia,merasa terbantu adanya para awak media diantaranya,melalui pemberitaan itu adalah merupakan sebuah masukan bagi langkah kami dalam rangka melaksanakan tugas yang dalam hal ini selalu ada berbenturan dengan pihak lain, diakibatkan,contohnya, oleh validasi data penerima (KPM).

Begitupun,lanjut Andrian menambahkan, PT Pos juga sama dalam menjalankan pembayaran tentu mengacu pada SOP juklas-juknis,”ungkapnya.

Lebih lanjut Andrian menjelaskan bahwa,”
di Bantuan Sosial (Bansos) kemensos tahun 2021 ini, memang untuk Kabupaten Garut ada pengurangan jumlah KPM, dan perlu Masyarakat ketahui bahwa,Pos hanya menyalurkan saja”.

Sesuai data DTKS. Menyikapi terjadi pengurangan jumlah KPM di Kabupaten Garut, yang tadinya mencapai 73 ribu di tahun 2020. Namun sekarang tahun 2021 hanya 62 ribu. Memang di masyarakat terjadi gejolak, tapi ya itulah buktinya, cuma untuk penyaluran BST kemensos tahun ini sangat selektif dengan data.

Andrian menegaskan, kalau salah sedikitpun pihak pos tidak akan membayarkannya apalagi berganti orang, walaupun perangkat desa bertangung jawab ” pungkasnya. (Cep/dk@Jai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *