Anggaran Milyaran Rupiah Diduga Bermasalah, Kadinkes Kab.Sukabumi Diam Seribu Bahasa

Kab. Sukabumi, (JAI) Anggaran Milyaran rupiah bahkan puluhan Milyar rupiah yang bersumber dari APBD Kab. Sukabumi tahun anggaran 2020, diduga bermasalah pada dinas kesehatan kabupaten sukabumi, Kadinkes Kab. Sukabumi pun diam seribu bahasa saat akan di konfirmasi oleh awak media.

Yang menimbulkan kecurigaan telah terjadi nya dugaan tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam penggunaan dan hasil yang di capai dalam beberapa kegiatan dinas kesehatan tersebut. Hasil yang di capai dimaksud adalah kesesuaian spek barang maupun bangunan yang ada pada juklak, juknis dan rencana anggaran belanja (RAB).

Bacaan Lainnya

Kecurigaan yang dimaksud dan dikarenakan Harun selaku kepala dinas kesehatan Kab. Sukabumi diam seribu Bahasa saat konfirmasi terdapat pada beberapa kegiatan diantara nya, belanja modal peralatan dan mesin pengadaan kendaraan mobil ambulance puskesmas, dengan nilai pagu anggaran Rp.2.306.700.000, kegiatan penambahan gedung /ruang baru puskesmas ciracap dengan nilai anggaran Rp.1.668.454.186, kegiatan penambahan gedung /ruang baru puskesmas kecamatan buniwangi nilai anggaran Rp.1.680.000.000, pengadaan mobil ambulance RSUD Kec. Sagaranten nilai anggaran Rp.260.000.000, kegiatan penambahan gedung/ruang baru puskesmas cimanggu nilai anggaran Rp.1.674.000.099, kegiatan penambahan gedung /ruang baru puskesmas cireunghas nilai anggran Rp.1.680.000.000, kegiatan penambhan gedung/ruang baru puskesmas bangbayang nilai anggaran Rp.1.674.829.531, kegiatan belanja bahan APD –baju Hazmat nilai anggaran Rp.1.250.000.000, kegiatan pengadaan alat kedokteran umum-isolation negative stretcher dan negative pressure chamban for isolation treatment room air purification equipment dengan nilai anggran Rp.1.747.500.000, kegiatan belanja bahan APD pencanangan 1 juta masker untuk pencegahan covid 19 dengan nilai anggaran Rp.997.500.000, yang mana kesemua kegiatan di atas tersebut di danai oleh APBD Kabupaten Sukabumi tahun 2020.

Hasil dari investigasi yang di lakukan oleh jurnalaktualindonesia.com yang ada dilapangan menunjukan dugaan telah terjadinya ketidak sesuaian hasil akhir dari beberapa kegiatan yang sudah disebutkan di atas, seperti dugaan diragukannya kwalitas maupun kwatintas.

Namum sayang Harun selaku kepala dinas kesehatan Kab. Sukabumi yang juga sebagai pengguna anggaran (PA) saat ingin di temui diruang kerjanya rabu 20 januari 2020 tidak berada di tempat dan saat di coba dihubungi melalui telp nya pun hanya diam seribu Bahasa.

Sampai berita ini di turunkan jurnalaktualindonesia.com terus melakukan penelusuran lebih lanjut demi mendapatkan data data yang akurat dilapangan terkait penggunaan APBD kabupaten sukabumi tahun 2020 yang ada didinas kesehatan,dan akan berkoordinasi dengan pihak aparatur penegak hukum dalam hal ini komisi pemberantasan korupsi (KPK) yang ada dijakarta demi tegaknya supermasi hokum, dugaan tindak pidana korupsi yang ada di dinas kesehatan kabupaten sukabumi. (red@jai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *