ACT Garut Siap berpartisipasi dalam Program Kapal Kemanusiaan Sulawesi Barat & Kalimantan Selatan

 

Jurnal Actual Indonesia – Garut Sejarah Tanggal 21 April 2005, Aksi Cepat Tanggap (ACT) secara resmi diluncurkan secara hukum sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Untuk memperluas karya, ACT mengembangkan aktivitasnya, mulai dari kegiatan tanggap darurat, kemudian mengembangkan kegiatannya ke program pemulihan pascabencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, serta program berbasis spiritual seperti Qurban, Zakat dan Wakaf.

Bacaan Lainnya

ACT didukung oleh donatur publik dari masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalahan kemanusiaan dan juga partisipasi perusahaan melalui program kemitraan dan Corporate Social Responsibility (CSR). Sebagai bagian dari akuntabilitas keuangannya ACT secara rutin memberikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik kepada donatur dan pemangku kepentingan lainnya, serta mempublikasikannya melalui media massa.

Ketua ACT ( Aksi Cepat Tanggap ) Kabupaten Garut Mochamad Dani R Bergerak Bersama Selamatkan Bangsa, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mengirimkan bantuan untuk Kapal Kemanusiaan untuk korban Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan

Dalam jumpa pers nya Branch Manager ACT Garut, Mochamad Dani Ramdani didampingi Program ACT Garut, Acep Yahya
dan Ketua Harian , MRI Kabupaten Garut , Adi Nugraha menyampaikan program nyata untuk bencana di awal 2021 ini ACT akan adalah program Kapal Kemanusiaan. Misi Kapal Kemanusiaan kali ini akan mengangkut 1.000 ton beras untuk didistmbusikan di daerah Mamuju, Majene, Sulawesi Barat, juga daerah-daerah terdampak bencana.

” Kapal Kemanusiaan yang pertama direncanakan akan berangkat dari Tanjung Priok, Jakarta. Kapal Kemanusiaan yang kedua akan berangkat dari Medan, Sumatera Utara dan Kapal Kemanusiaan ketiga akan dilepas dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Seluruhnya ditargetkan mengangkut seribu ton beras. Dana yang dibutuhkan untuk seribu ton beras per kapal diperkirakan mencapai 30 milyar rupiah , ” tutur Mochamad Dani Ramdani di Aula Blok B5 Ruko Diamond Dream Land, Jl. Suherman Desa No.44, Tarogong, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jum’at (22/01/2021)

Aksi yang ditargetkan peluncurannya 14 hari kedepan terhitung tanggal 18 Januarai 2021 dilakukan Untuk menyusul aksi bantuan pada fase Emergency atau tanggap darurat saat ini. Pada masa tanggap darurat sekarang, ACT telah mengirimkan 500 ton beras bersama bantuan medis, beserta bantuan pangan lainnya pada daerah-daerah terdampak bencana.

” Kapal Kemanusiaan sejatinya bukan hanya diberangkatkan pada bencana di awal tahun ini saja, akan tetapi Kapai Kemanusiaan adalah program yang telah dilaksanakan ketika terjadi gempa di Lombok, tsunami di Palu, kelaparan di Papua, hingga misi kemanusiaan di Somalia, Rohingya, dan Palestina. Semuanya berisi bantuan medis, pangan, dan logistik,” ucapnya

Pada Senin (18/1) pagi, ACT juga telah memberangkatkan armada-armada kemanusiaan dari Gunung Sindur Bogor ke Sulawesi Barat yang membawa bantuan kemanusiaan. ACT memberangkatkan Humanity Rice Truck, Humanity Food Truck, armada rescue, bantuan logistik dan kemudian mengirimkan 10 truk. Total bantuan sebanyak 10 ton per armada.

” Selain itu, sekitar 300.000 relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) terus bergerak untuk membantu para penyintas bencana dengan melakukan beragam aksi yang dibutuhkan. Search and Rescue (SAR) layanan medis Pendistribusian bantuan pangan untuk meringankan beban saudara terdampak bencana,” ungkapnya

Dalam acara tersebut Act pun mengajak para masyarakat Garut untuk ikut menjadi mengirimkan bantuan atau Penggalangan dana kemanusiaan.

Pewarta : Cheep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *