Diduga Proyek Pembangunan Saung Ambu Di Dinkes Purwakarta Bermasalah

 

Purwakarta, jurnalaktualindonesia.com,  Proyek pembangunan Saung Ambu (POSKESDES) yang ada di beberapa wilayah di Kabupaten Purwakarta pada Dinas Kesehatan, diduga keras bermasalah dan berpotensi merugikan keuangan daerah, pasalnya pembangunan yang di danai oleh APBD Kabupaten Purwakarta tahun anggaran 2020 tersebut,  diduga telah terjadi mark-up.

Bacaan Lainnya

Pembangunan Saung Ambu (POSKESDES) yang ada di Desa Warnawali Kecamatan Cibatu yang menelan dana APBD Kabupaten Purwakarta tahun 2020 senilai Rp 718.102.000, pembangunan Saung Ambu (POSKESDES) di Desa Cihanjawar Kecamatan Bojong dengan nilai anggaran APBD Rp 718.102.000, pembangunan Saung Ambu (POSKESDES) di Desa Ciramahilir Kecamatan Maniis dengan anggaran APBD Rp 718.102.000.

Kemudian pembangunan Saung Ambu yang berada di Desa Gandasoli Kecamatan Plered dengan nilai anggaran Rp 768.750.000, semuanya diduga terjadinya markup dan diduga terjadinya tidak kesesuaian dalam hasil bangunan yang dicapai, kalimat tersebut diucapkan oleh Rangga, SH, MH, salah satu aktifis penggiat anti korupsi di Bandung belum lama ini.

Rangga pun berharap kepada pihak Aparatur Penegak Hukum (APH) baik Unit Tipikor Polda Jawa Barat maupun pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk sesegera mungkin melakukan tugas pokok dan fungsinya dalam hal penindakan dugaan terjadinya tindak pidana korupsi dengan memanggil dan memeriksa baik PPTK, PPK, KPA dan PA yang terlibat langsung dalam proyek pembangunan tersebut.

Masih menurut Rangga, dengan anggaran sebanyak 700 juta lebih itu saya yaki sekali hasil yang dicapainya bukanlah seperti yang ada saat ini. Karena untuk membangun sebuah Gedung Pelayanan Kesehatan bagi masyarakat khususnya yang ada di pinggiran daerah bukan seperti yang terjadi pada hasil yang dicapai dalam proyek atau program Saung Ambu ini.

Endang selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta saat dimintai tanggapan di ruang kerjanya mengatakan, kalau untuk terkait teknis bangunan dan spesifikasi bahan bangunan dirinya tidak mengetahui seutuhnya, dikarenakan dia menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada bulan Desember 2020 yang bertepatan dengan dipunghujungnya proyek kegiatan.

Sementara itu, Yandi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK ) saat dimintai tanggapannya mengatakan, bahwa proyek Saung Ambu tersebut sudah sesuai, baik RAB maupun Juklak dan Juknis yang ada walaupun terkait proyek tersebut pihak Unit Tipikor Polda Jabar sudah pernah turun langsung dan menanyakan seputar kegiatan proyek itu. Namun ketika ditanya terkait hasil pemeriksaan dari pihak Unit Tipikor Polda Jawa Barat, Yandi tidak tahu persis karena waktu itu pihak Polda Jabar sedang melakukan pemeriksaan program lain yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta.

Sampai berita ini diterbitkan, Team Jurnalis terus melakukan pengumpulan data dan bukti-bukti di lapangan terkait dugaan mark-up yang terjadi pada proyek pembangunan Saung Ambu atau POSKESDES yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta dan melakukan konfirmasi kepada pihak Aparatur Penegak Hukum, dalam hal ini pihak Polda Jawa Barat.

Untuk mengetahui benar atau tidaknya sudah melakukan pemeriksaan dalam proyek pembangunan Saung Ambu yang di danai oleh APBD Kabupaten Purwakarta tahun 2020, seperti mengutip keterangan dan pengakuan dari Yandi selaku PPTK. (team@red.jai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *