Industri Stone Crusher Pemecah Batu Milik Anggota DPRD Toba diduga tidak mengantongin Izin, di Minta Polres Toba Tegas

 

Sigumpar Toba JAI, Salah Satu Industri Stone Crusher(Pemecah Batu) yang ada di desa dolok Jior di Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba Propinsi Sumatera Utara di duga tidak mengantongi sejumlah Izin dari mulai izin mendirikan bangunan (IMB),Izin Gangguan(HO) serta Izin Usaha Industri dari Pemerintah Kabupaten Toba.Hal ini di sampaikan oleh kepala bidang(Kabid) Perizinan kabupaten Toba Adil Manurung di ruangannya pada Selasa(09/3/2021),bahwa diri nya Mengatakan saat di konfirmasikan JAI terkait Izin Stone Crusher Milik dari CV.JEREMIAH tersebut belom pernah sama sekali pihak Pemilik perusahaan yang di duga adalah Anggota DPRD Toba tersebut menyampaikan atau mengajukan Permohonan Izin,baik dalam bentuk apa pun kepada kami,sementara Informasi yang kami terima bahwa Industri Stone Crusher/Pemecah batu tersebut sudah beraktifitas selama setahun ucap Adil Manurung kepada Wartawan. Kabiro Wartawan Journal Aktual Indonesia (JAI) Toba beserta Rekan Media BuserInvestigasi Nusantara,Febri Manurung mendatangi Lokasi Industri Pemecahan Batu yang tak berapa jauh dari Kantor Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba,Namun saat di tanyai beberapa orang yang Ada di dalam Kantor pada Rabu siang(10/03/20) tidak ada satu pun yang mau menjawab dimana,kemana bapak Hendra Silaen berada,dan mereka pun tidak mau di mintai konfirmasi terkait izin usaha , dan anggota dari CV Jeremiah ini mengatakan kepada kami bahwasanya Bos Mereka sedang berada di luar kota,ucap salah seorang anggota Pengawas Stone Crusher yang di ketahui bermarga Marpaung. Dari hasil konfirmasi yang di dapat Jai Masyarakat yang tidak mau di sebutkan nama identitasnya sekitar lokasi Stone Crusher mengatakan kepada JAI bahwa aktifitas Industri Pemecah Bati ini sudah berjalan setahun namun mengenai surat Perizinan nya dirinya tidak Mengetahui silakan bapak tanyakan langsung ujar Masyarakat tersebut kepada JAI. Hankam Sitorus dari LSM TOPAN RI Toba yang mantan Dewan ini mengatakan kepada Kabiro JAI Toba,tidak seharusnya Pemilik dari Perusahaan Stone Crusher (Pemecah Batu)dari CV.Jeremiah yang di duga pemiliknya adalah Anggota DPRD Kabupaten Toba dari Kecamatan Sigumpar berinisial HS ini mengurus Perizinannya sementara aktifitas nya sudah berjalan setahun,Logikanya Menurut Hankam sitorus Beliau Sebagai Anggota Dewan Terhormat memberikan contoh yang terbaik bagi masyarakat bukan malah seperti ini jelas Hankam kepada media JAI. Di tempat terpisah Kabiro Jai Menemui Sekjen Laskar Merah Putih Kabupaten Toba Harry Manurung,dan Harry mengatakan tegas kepada Biro JAI Toba agar Pihak Kepolisian Polres Toba untuk segera Menertibkan Aktifitas Stone Crusher ( Pemecah Batu ) yang berada di desa dolok Jior Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba Propinsi Sumatera Utara sampai di keluarkannya surat Perizinan nya dari Dinas terkait tutur Harry kepada media JAI dan di tambahkan harry tegas bahwa Perusahaan yang belom Mengantongi Izin Usaha Produksi,Pemilik Perusahan bisa terancam Pidana 10 Tahun penjara dan denda 10 milliar ucap Sekjen Ormas Laskar Merah Putih Kabupaten Toba mengakhir percakapannya dengan Wartawan JAI Toba..(kabiro Toba,JM)

Bacaan Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *